Penipuan Modus Masuk PTN
Yayasan Jabal Rahmah Mulia Bantah Terlibat Penipuan Modus Masuk PTN, Singgung Eks Kepsek dan Bimbel
Pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui kalau orangtua siswa dijanjikan anaknya lulus PTN setelah membayar uang sekitar ratusan juta.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
Diperkirakan, dari 7 korban ini kerugiannya ditaksir mencapai Rp 1,6 Miliar.
Untuk korban lainnya, 5 orang dikabarkan melapor ke Polda Sumut, 1 orang ke Polres Labuhanbatu Selatan dan 1 orang melapor ke Polrestabes Medan.
"Kita minta tanggung jawab ke pihak sekolah, tapi mereka buang badan ke Sulu dan ustaz Sulu buang ke Bimbel. Katanya semua uangnya ke Fika dan gak ada mengambil sepeserpun."
M Fikri Alhairi, staf akademik Genza Cabang Tanjung Sari (Sebelumnya Genza Education Ringroad) mengakui ada kerjasama dengan SMA Plus Jabal Rahmah Mulia Medan Sunggal tahun 2022, 2023 dan 2024.
Akan tetapi, dalam kesepakatan kerjasama tidak ada disebut jika siswa ingin masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) harus bayar.
"Hanya kerjasama sosialisasi perguruan tinggi, ujian dan kelas pendampingan. Itu hanya dilakukan mbak Fika sebagai oknum. Kita disini sama sekali gak tahu,"katanya.
"Intinya Genza seluruh Indonesia tidak ada berbayar seperti itu. Dan itu murni mbak Fika yang melakukan aksinya mengatasnamakan Genza,"sambungnya.
Terkait Fika Yolanda Ramadhani, Fikri mengatakan memang sempat menjabat sebagai manager Bimbel Genza Education Ringroad.
Namun sejak kasus dugaan penipuan terbongkar dan banyak yang menuntutnya mengembalikan uang yang diminta, Fika tak lagi bekerja dan melarikan diri.
Bahkan, Fika Yolanda membawa kabur uang khas Bimbel senilai ratusan juta.
Modusnya serupa, yakni menjanjikan kepada orang tua siswa anaknya bisa masuk perguruan tinggi negeri setelah membayar.
Fika diduga menipu untuk menguntungkan dirinya sendiri karena hampir seluruh uang dari korban dikirim ke rekening pribadinya.
Selain ke rekening pribadi, ia juga menggunakan rekening suaminya yang disebut sebagai orang dalam dari universitas yang ditujukan.
"Dia mulai tidak bekerja kurang lebih bulan Juli 2024 dan si Fika sudah gak ada kabar, sama juga suaminya kabur.Jadi uang itu dikirim ke rekening Fika dan suaminya.Suaminya seperti dijadikan sebagai orang dalam USU."
Fikri mengatakan, sudah banyak orang tua murid yang komplain dan minta ganti rugi kepada pihak bimbel.
Semua yang dijanjikan Fika anaknya tidak ada yang lulus, meski sudah membayar ratusan juta.
Sehingga manajemen Bimbel Genza menyebut penipuan modus bisa meluluskan masuk ke Perguruan Tinggi (PTN) akal-akalan Fika dan komplotannya.
Bahkan disebut uang khas Bimbel senilai ratusan juta turut dibawa kabur.
"Uang khas kami sekitar 200 juta juga digelapkan."
Terkait kasus ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan laporan DW masih proses penyelidikan dan terus didalami.
Sedangkan untuk laporan korban atas nama YR, yang melapor pada 19 Agustus 2024 lalu, rencananya Polisi akan meningkatkan laporan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
"Masih diselidiki. Untuk laporan yang satu lagi rencananya tanggal 3 Februari gelar perkara naik ke penyidikan,"kata Sumaryono, Jumat (24/1/2025).
(cr25/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Penipuan Modus Masuk PTN
Yayasan Jabal Rahmah Mulia
Ubat Riadi Pasaribu
Genza Education Ringroad
Fika Yolanda Ramadhani
| KAGETNYA Ibu PJ saat Melihat Video Mesum Berdurasi 4 Menit 27 Detik Ternyata Putrinya yang Masih SMP |
|
|---|
| Penyebab Nus Kei Ditikam, Terungkap Dendam 2 Orang yang Diamankan, Penjelasan Polda Maluku |
|
|---|
| SOSOK Anak Perempuan Nus Kei Desly Claudya Rumatora, Terjun ke Dunia Politik, Pernah Nyaleg |
|
|---|
| TERUNGKAP Motif Penikaman Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, hingga Tewas di Bandara |
|
|---|
| KPK Hadirkan 11 Saksi pada Sidang Korupsi Pengerjaan Rel Kereta Api Medan-Binjai di PN Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gedung-Polda-Sumut_10-Oktober-2024.jpg)