Polres Nias Selatan

Kurang dari 24 Jam, Polres Nias Selatan Tangkap Pembunuh di Acara Keluarga

Polisi Mengamankan Pelaku Pembunuhan di Nias Selatan. Petugas Sat Reskrim Polres Nias Selatan menangkap SN, terduga pelaku pembunuhan di Desa Lawindr

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Arjuna Bakkara
Ist
Petugas Sat Reskrim Polres Nias Selatan menangkap SN, terduga pelaku pembunuhan di Desa Lawindra, Kecamatan Mazino, Kamis (30/1/2025) dini hari. Pelaku ditangkap di rumah keluarganya tanpa perlawanan kurang dari 24 jam setelah kejadian. 

TRIBUN-MEDAN.COM, NIAS SELATAN-Sebuah tragedi berdarah mengguncang Desa Lawindra, Kecamatan Mazino, Kabupaten Nias Selatan.

Di tengah gelapnya malam, jeritan dan kepanikan menghiasi sebuah acara keluarga yang berujung maut.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Kepolisian Resor (Polres) Nias Selatan berhasil menangkap terduga pelaku, SN, di rumah keluarganya pada Kamis (30/1/2025) dini hari.  

Malam itu, di sebuah rumah panggung khas Nias, suasana awalnya dipenuhi canda dan obrolan ringan di antara anggota keluarga yang berkumpul.

Sebuah acara pemotongan daging tengah berlangsung, diiringi gelak tawa dan kebersamaan.

Namun, siapa sangka, di tengah kehangatan itu, bara kemarahan telah lama membakar hati SN.  

Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, AKP Sugiabdi, S.H., mengungkapkan bahwa insiden tragis ini dipicu oleh dendam terpendam.

FH, korban dalam kejadian ini, kerap mengejek SN karena kebiasaannya mabuk-mabukan.

Kata-kata pedas itu akhirnya menjadi pemantik emosi yang tak terbendung.  

Dalam suasana yang seharusnya penuh keakraban, SN, yang telah mencapai puncak kemarahannya, tiba-tiba meraih sebilah pisau yang baru saja digunakan untuk memotong daging.

Tanpa peringatan, ia menghunjamkan pisau itu ke bahu belakang FH.  

Jeritan pecah seketika. Para saksi yang berada di lokasi langsung berhamburan, terkejut melihat darah segar yang mengucur dari tubuh FH.

Salah satu saksi, DL, dengan sigap menarik SN menjauh untuk menghentikan serangan lebih lanjut.

Namun, dalam kepanikan, SN berhasil melarikan diri ke dalam kegelapan malam, meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah.  

Warga yang panik segera membawa FH ke Klinik Gloria Teluk Dalam dengan harapan nyawanya bisa diselamatkan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved