Berita Medan
Kabag Tapem Buka Suara dan Minta Maaf Emosi, Bantah Damaikan Kasus Camat dan Mandor di Hari Libur
Dia tak terima disebut mendamaikan dengan proses pengembalian uang setoran retribusi sampah yang yang jadi akar masalah.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
Sebelumnya, anggota DPRD Medan Komisi IV, Antonius Tumanggor (Partai Nasdem) mengungkap dugaan Siska meredam kasus Camat Medan Barat Hendra Syahputra memutasi lima mandor yang protes iuran sampah tidak disetor camat ke DLH. .
"Awalnya pertengkaran ketika para mandor mau nyetor iuran (Wajib Retribusi Sampah) ke DLH. Setelah itu Camat Medan marah. Dipindahkan tugas, dicabut SK 5 mandor itu akarnya. Semua mereka datang melapor ke saya," ungkap Antonius Tumanggor,Kamis (29/5/2025).
Kelima mandor yang dipindahkan masing-masing bertugas di lima kelurahan berbeda Abdu Hasbi (Kelurahan Kesawan), Rio Sutanja Nasution (Karang Berombak), Kusdian Pasaribu (Sei Agul), Ridwan Marpaung (Glugur Kota), dan Sri Rahayu br. Siregar (Silalas).
Uang setoran ke DLH itu ditaksir capai Rp 50 juta. Setiap mandor menyetor bervariasi mulai Rp 5 juta hingga Rp 13 Juta ke DLH, namun camat tak terima.
"Saya dengar keluh kesahnya, dengan bukti kwitansi, bukti transfer, bukti nyetor kemana diantar," kata Antonius Tumanggor.
Dari situ berlanjut, kata Antonius Tumanggor pada pukul 11.30 WIB, Kamis (29/5/2025) para mandor lapor untuk bersiap disuruh menghadap Kabag Tapem.
Di sini muncul dugaan panik untuk menutupi dan membenam kasus dugaan pungli.
"Jam setengah 12 tadi para mandor bersiap kumpul dipanggil mau menghadap Kabag Tapem melalui Kasi Sarpras dihubungi. Nah mereka hubungi saya. Nah apa urgensi, apa ada surat tertulis resmi? Ini kan libur nasional, kok dipaksakan kali," beber Antonius Tumanggor.
Selanjutnya, Antonius melayangkan pesan WhatsApp ke Kabag Tapem, Siska. Dan direspon Siska menelpon balik, untuk membujuk Antonius tidak buka suara dan menutupi dugaan KKN Camat Medan Barat.
"Kabag Tapem telepon saya lah, membujuk saya supaya menghadirkan mereka (para mandor). Saya bilang ini libur nasional, kenapa dipaksakan hari ini? Ada apa ibu dengan Camat Medan Barat? Gini bang, ketua, gitu gitu lah dia ngomong ngeles biar uangnya dipulangkan camat hari ini di kantor Kabag Tapem," ungkap Antonius Tumanggor.
Komunikasi telepon Siska dengan Antonius meminta agar kasus jangan berkembang. Siska terkesan melindungi Camat Medan Barat ingin redam kasus di saat Wali Kota Medan dinas luar kota.
"Loh ini kan hari libur? Iya Pak biar jangan berkembang kali, Pak Wali Kan di Jakarta, supaya jangan berkembang persoalan. Artinya kan harus pakai surat resmi, kenapa hari libur? Kenapa baru sekarang mau dipulangkan uangnya? Kenapa para mandor minta uangnya kemarin dibentak-bentak dimarahi. Saya larang mereka datang. Begitu ceritanya," kata Antonius Tumanggor membeberkan isi percakapan dengan Siksa.
Siska Seret Nama Sekda Medan
Dalam percakapan untuk menutupi dugaan KKN Camat Medan Barat, Antonius mengungkapkan bahwa Kabag Tapem membawa-bawa nama Sekda. Siska mengklaim karena ada perintah Sekda Medan, Wiriya Alrahman.
"Dibilang Siska dia perintah Sekda, loh kok Sekda bawa-bawa nama Sekda," ungkap Antonius Tumanggor.
| Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pelaku Curas Terhadap Sopir Truk |
|
|---|
| Seorang Marbot Masjid di Sunggal Dianiaya Tiga Pria, Diduga karena Tegur Adik Salah Satu Pelaku |
|
|---|
| Kepercayaan ke RS Pemerintah Masih Rendah, Zakiyuddin Ajak Relawan Edukasi Warga dan Oknum Nakal |
|
|---|
| Viral Aksi Pelajar Bersenjata Tajam di Jalan Turi Medan, Motor Korban Dirampas, Sempat Dibawa Kabur |
|
|---|
| Bobol Sekolah di Belawan, Joko Gasak Besi hingga Gawang Basket, Dua Rekan Masih Buron |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Bagian-Tata-Pemerintahan-Pemko-Medan-Andrew-Fransiska-Ayu.jpg)