drg Novalia Karolisa Br Gurusinga, dari Desa Terpencil Bawa Misi Edukasi Kesehatan Gigi
Konsep pelayanan tersebut lahir dari pengalaman pengabdiannya saat mengikuti program Nusantara Sehat di daerah pelosok
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
Selain itu, masih banyak masyarakat yang menganggap sakit gigi sebagai keluhan sepele. Padahal infeksi pada gigi dan gusi dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan jika tidak segera ditangani dengan tepat. Tidak jarang pasien datang ketika kondisi sudah cukup berat, sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Kesalahan lain yang kerap ditemui adalah kurangnya pemahaman tentang cara menyikat gigi yang benar. Banyak orang merasa sudah menjaga kebersihan gigi, namun belum memahami teknik, durasi, serta waktu menyikat gigi yang tepat sehingga kebersihan mulut tidak optimal.
Rasa takut berlebihan terhadap dokter gigi juga masih menjadi hambatan besar. Menurut Nova, ketakutan tersebut sering muncul akibat pengalaman masa lalu atau informasi yang keliru, padahal perkembangan teknologi perawatan gigi saat ini membuat tindakan medis jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
Ia pun berupaya menciptakan suasana klinik yang lebih ramah, terutama bagi anak-anak yang kerap merasa takut berobat. Pengalaman pertama yang positif, menurutnya, dapat membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi hingga dewasa.
Pengabdian yang ia jalani tidak hanya mengubah cara pandangnya terhadap profesi, tetapi juga membentuk dirinya secara pribadi.
“Sangat mengubah. Saya jadi lebih bersyukur, lebih kuat secara mental, dan lebih peka terhadap kondisi orang lain. Pengabdian itu bukan hanya tentang memberi, tapi juga tentang belajar menerima dan memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda,” ungkapnya.
Kini, makna sukses pun ia definisikan secara berbeda dibandingkan masa awal kariernya.
“Dulu mungkin sukses adalah pencapaian karier. Hari ini, sukses bagi saya adalah ketika saya bisa bermanfaat untuk orang lain, tetap menjaga integritas, dan pulang ke rumah dengan hati yang tenang karena sudah bekerja dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Melalui Meitaarsa Dentalcare di Tanjung Balai, Nova berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal estetika, tetapi bagian penting dari kualitas hidup. Ia juga berpesan kepada perempuan muda agar tidak takut menjalani proses, meski jalan menuju mimpi sering kali tidak mudah.
Baginya, setiap pengalaman termasuk masa-masa sulit selalu membawa pelajaran yang membentuk kekuatan baru. Selama ia masih bisa memberi manfaat bagi orang lain, di situlah ia merasa panggilan profesinya tetap hidup.
| Sosok Jeka Saragih, Kini Menjadi Inspirasi Generasi Muda Lawan Narkoba dan Begal |
|
|---|
| MENDADAK Dihantam Pakai Palu di Dalam Mobil, Dokter Gigi Alda Trauma, Minta Polisi Tangkap Pelaku |
|
|---|
| KRONOLOGI Dokter Gigi Muda di Palembang Dilempar Palu Sampai Kepalanya Pendarahan Hebat |
|
|---|
| NASIB Dokter Alda Tri Wahyuni Dihantam Palu Gegara Senggol Mobil Pelaku: 7 Jahitan di Kepala |
|
|---|
| AWAL Mula Dokter Gigi Dianiaya OTK, Pelaku Lempar Palu ke Mobil, Hantam ke Kepala Korban, Lalu Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/drg-Novalia-Karolisa-Br-Gurusinga-drg-Nova-melakukan-pemeriksaan-kesehatan.jpg)