Berita Medan
Soroti Proyek BRT, Ahmad Afandi Ingatkan Kesiapan Rekayasa Arus dan Ruang Terbuka Hijau
Politisi Partai Demokrat itu menilai, kehadiran transportasi massal modern harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur perkotaan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Anggota DPRD Kota Medan, Ahmad Afandi Harahap mendukung pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang sebagai upaya menghadirkan sistem transportasi modern di Medan, Sumatera Utara.
Namun, ia mengingatkan pemerintah agar memastikan kesiapan infrastruktur, rekayasa lalu lintas, hingga aspek lingkungan sebelum proyek tersebut dioperasikan.
Menurut Ahmad Afandi, proyek strategis nasional senilai Rp1,9 triliun itu merupakan langkah maju dalam memperbaiki layanan transportasi massal di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.
“BRT Mebidang ini merupakan program besar dan tentu kita dukung karena tujuannya untuk memperbaiki sistem transportasi. Tetapi yang harus dipastikan adalah bagaimana kesiapan Kota Medan menerima sistem baru ini,” ujar Ahmad Afandi, Rabu (17/6/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menilai, kehadiran transportasi massal modern harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur perkotaan.
Ia mengingatkan agar keberadaan jalur khusus BRT tidak justru menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan kajian yang matang terkait rekayasa lalu lintas, terutama pada ruas jalan yang akan dilintasi koridor BRT.
“Jangan sampai niat kita menghadirkan solusi transportasi, tetapi di lapangan muncul persoalan baru. Rekayasa lalu lintas dan kesiapan infrastruktur harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Selain itu, Ahmad Afandi juga menyoroti kebutuhan anggaran pendukung yang harus disiapkan pemerintah daerah.
Ia meminta adanya keterbukaan terkait biaya operasional maupun fasilitas penunjang yang dibutuhkan setelah BRT mulai beroperasi.
“Kita harus melihat secara menyeluruh. Jangan hanya berbicara pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana keberlanjutan operasionalnya ke depan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar pembangunan BRT tetap memperhatikan aspek lingkungan, termasuk keberadaan ruang terbuka hijau dan kenyamanan masyarakat di kawasan perkotaan.
Menurut Ahmad Afandi, konsep kota modern tidak hanya diukur dari hadirnya teknologi transportasi, tetapi juga sejauh mana pembangunan tersebut mampu menjawab kebutuhan warga secara menyeluruh.
“Transportasi modern harus memberikan manfaat nyata. Jangan sampai kita memiliki fasilitas baru, tetapi persoalan dasar seperti banjir, kemacetan, dan pelayanan publik, ruang hijau masih belum tertangani dengan baik,” tegasnya.
Ahmad Afandi menilai BRT Mebidang dapat menjadi momentum penting bagi transformasi Kota Medan menuju sistem transportasi yang lebih terintegrasi. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan pemerintah dalam mengelola dampak dan kebutuhan pendukungnya.
| Wali Kota Medan Tegaskan Ulama Bukan Objek Kepentingan Sesaat |
|
|---|
| Peringati Hari Donor Darah Sedunia, PSDKP Belawan Kumpulkan 52 Kantong Darah |
|
|---|
| Ayah Terdakwa 25 Liter BBM Wafat, Ranning: Saya Baru Bisa Rawat Usai Ditangguhkan |
|
|---|
| Kebocoran Tabung Gas, Bengkel Sehat di Medan Nyaris Ludes Terbakar |
|
|---|
| Hendak Terbang ke Jakarta, Mahasiswa Asal Tebing Tinggi Ditangkap, Bawa 29 Pod Getar Berisi Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Proyek-Bus-Rapid-Transit-di-Medan-berdampak-penyempitan.jpg)