Dijual Bugatti Chiron, Harganya Setara 450 Unit Xpander, Rp 90 Miliar!

"Sebenarnya harga asli tidak segitu, tapi karena bea masuk dan biaya pengiriman jadi ada di angka 6,5 juta dollar AS," jelas Rudy.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
Carscoop.blogspot.com
Bugatti memboyong Chiron di ajang F1 GP Singapura, untuk membuai para calon konsumen di Asia Tenggara. 

Dan memang mesinnya amat kuat: dengan berat 2 ton lebih -jika tangki bensin penuh- sumber tenaga Bugatti berupa mesin turbo 8 liter W16 bisa memacunya hingga mencapai kecepatan 261 mil/jam atau 420 km/jam.

Pada setiap roda dilengkapi tiga saluran udara yang difungsikan untuk mendinginkan rem.

Sama sepertinya pendahulunya, Veyron, Chiron juga memakai sistem empat gardan atau keempat menjadi penggerak mobil.

Bugatti, yang kini masuk dalam grup otomotif Jerman Volkswagen, mengklaim Chiron bisa digenjot dari kecepatan nol ke 100 km/jam hanya dalam waktu 2,5 detik, sementara dari nol ke 300 km/jam bisa ditempuh dalam waktu 13,5 detik.

Dalam keadaan normal para pemilik harus menghidupkan fitur pembatas kecepatan (speed limiter) agar tak tergoda memacu kendaraan di jalanan yang ramai.

Diproduksi terbatas
Kalau situasi memungkinkan –dan siapa yang tak tergoda memacu mobil monster ini- fitur tersebut bisa dimatikan yang membuat Chiron bisa menembus kecepatan 270 mil/jam atau 434,5 km/jam.

Dengan kemampuan seperti ini, tak berlebihan model Bugatti ini diberi nama Chiron, yang diambil dari nama pembalap Perancis, Louis Chiron, yang tampil di berbagai Grand Prix pada 1940-an.

Bugatti Chiron
Mobil buatan Bugatti termasuk mobil paling mahal di dunia/BUGATTI.

Bugatti memang identik dengan mobil berkecepatan tinggi dengan produksi mobil balap Type 35 sekitar 90 tahun lalu.

Dalam rentang hampir satu abad, mobil Bugatti mengalami evolusi, dari mobil dengan 130 tenaga kuda menjadi monster modern dengan kekuatan 1.500 tenaga kuda.

Tapi apakah grup Volkswagen, yang memproduksi mobil sehari-hari, memerlukan mobil halo atau yang dirancang khusus dan terbatas.

Chiron -dan pendahulunya, Veyron- memberi kepada perusahaan sebuah pelantar untuk mengeksplorasi dan mengkaji maeri dan teknologi canggih, mulai dari teknologi ban, strategi manajemen bahan bakar, aerodinamika landasan, maupun sistem perlindungan penumpang. Pengembangan materi dan teknologi itu akan berperan dalam masa depan mobil sehari-hari.

Meski dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas, tak diragukan lagi pengaruh Bugatti bagi dunia otomatif jelas tidak kecil.

Bugatti Veyron tidak dijual

Rudy menjelaskan, pihaknya tidak bisa menjual Veyron karena ada regulasi yang mengatur soal kendaraan mewah yang diimpor dari negara lain.

Akhirnya, Veyron tersebut hanya akan mengisi ruang pamer Prestige yang berada di Pluit, Jakarta Utara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved