Wawali Akhyar Dukung Tol Dalam Kota: Medan Deadlock Tahun 2024 Jika Tak Menambah Jalan

Menurutnya, ada perkiraan Kota Medan akan mengalami deadlock pada 2024, jika tidak penambahan jalan.

Wawali Akhyar Dukung Tol Dalam Kota: Medan Deadlock Tahun 2024 Jika Tak Menambah Jalan
Tribun Medan/Ayu Prasandi
Suasana di jalan Tol Binjai menuju Tol Marelan 

"Meminimalisir itu, tugas Pemerintah Kota Medan. Masyarakat juga harus memahami. Perkembangan kota memang menuntut kerugian masyarakat, tetapi itu bisa dihitung. Persoalan bisa dihitung. Tinggal bagaimana Pemko bisa responsif terhadap itu," katanya.

Masyarakat yang terkena dampak pembangunan, menurutnya, harus bisa memahami. Tentu ada win win solution dan altenatif yang bisa didiskusikan. Bagaimapun pemerintah tidak mungkin sewenang-wenang menggusur tanpa ada sisi humanis.

"Masyarakat yang merupakan bagian perkembangan kota tidak hanya diminta berpartisipasi untuk mendukung, tetapi juga bisa memahami perkembangan riil kota. Mari diskusi apa jalan keluarnya, sehingga ini bisa selesai. Hanya itu saja. Sederhana. Bagaimanapun memang menimbulkan social cost," tuturnya.

Pemerintah harus bisa memenuhi keinginan masyarakat, tetapi tidak semua terakomodir. Harus yang rasional. Selama ini, bebeapa proyek berjalan terlalu lamban, karena persolan itu tidak diantisipasi sejak dini. Jadi, masyarakat terus melakukan resistensi menolak.

"Kalau dibicarakan, masyarakat menerima kok. Ini kan demi kepentingan yang lebih besar. Dibicarakan secara dalam. Sehingga proyek bisa berjalan cepat dan lancar tanpa hambatan lagi," ujarnya.

Mengapresiasi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara Yulizar Parlagutan Lubis mengapresiasi rencana pembangunan jalan tol layang dalam kota. Ia melihat, saat ini Kota Medan sudah sangat tertinggal dibanding daerah lain dari segi infrastruktur.

"Saya kira, yang namanya pembangunan harus didukung. Itu kepentingan masa depan, kita jangan bicara hari ini," kata Ketua Komisi C DPRD Sumut tersebut. Ia menambahkan, pembangunan jalan tol layang dalam kota ini sangat penting demi masa depan Sumut.

Yulizar mengatakan, dengan kondisi kota saat ini, pembangunan sulit dilakukan, karena tidak ada lahan. "Untuk penambahan jalan saat ini, dengan tata kota sekarang, sulit sekali. Harus merelokasi penduduk, karena lahan kita tidak ada," katanya.

Yulizar Parlagutan Lubis,Ketua DPW PPP Sumut
Yulizar Parlagutan Lubis,Ketua DPW PPP Sumut (Tribun-Medan.com/ Fatah Baginda Gorby)

Pria, yang akrab disapa Puli tersebut menambahkan, jumlah kendaraan di Kota Medan sudah begitu banyak. Jadi, infrastruktur harus ditambah, agar sebanding.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved