Kesehatan

Daftar Obat Ranitidine (Obat Lambung) Pemicu Kanker, Sering Dipakai Pasien Kini Ditarik BPOM

Daftar Obat Ranitidine (Obat Lambung) Pemicu Kanker, Sering Dipakai Pasien Kini Ditarik BPOM

Editor: Salomo Tarigan
shutterstock
Daftar Obat Ranitidine (Obat Lambung) Pemicu Kanker, Sering Dipakai Pasien Kini Ditarik BPOM 

Masing-masing memproduksi ranitidine dengan merek Neoceptin R dan Neotack.

Baca: UPDATE OTT KPK - Bupati Agung Ilmu Mangkunegara dan 2 Kadis Lampung Utara Resmi Tersangka Korupsi

Baca: Perjuangan Seorang Suster Cantik, Tempuh Jarak 400 Km untuk Nikahi Kekasihnya Pemadam Kebakaran

Otoritas pengawas obat Bangladesh akan menguji sampel obat tetapi juga meminta produsen dalam negeri untuk menguji obat mereka di laboratorium terakreditasi dan mengirim laporan ke pengawas, kata Ahmed seperti dikutip Reuters yang dilansir Kontan.

Ranitidine merupakan obat yang kerap digunakan sebagai terapi pengobatan terkait dengan asam lambung.

Situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) tengah mengkaji beberapa obat ranitidine karena mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) kadar rendah.

NDMA disinyalir sebagai sumber karsinogen atau zat penyebab kanker pada manusia.

NDMA juga dikenal sebagai pencemar lingkungan yang kerap ditemukan dalam air, makanan termasuk daging, produk susu, dan sayuran.

FDA akan mengambil tindakan terkait investigasi yang saat ini tengah dilakukan.

Baca: Penonton Formula 1 Makin Merosot, Mantan Juara Dunia Ungkap Penyebabnya

Saat ini tidak ada larangan dari FDA kepada individu untuk berhenti minum Ranitidine.

Meski demikian, bagi pasien yang khawatir dan ingin menghentikan pemakaian obat ini, diimbau untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada tenaga ahli.

Di Singapura, Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HAS) menemukan delapan merk obat ranitidine yang mengandung sejumlah pengotor NDMA yang melebihi batas aman.

Kompas.com menulis, atas penemuan tersebut HAS menghentikan penjualan dan pasokan obat-obatan ranitidine yang tercemar.

Penentuan aman tidaknya didasarkan pada batas aman jika pasien terus meminum obat yang terkena dampak setiap hari selama 70 tahun seumur hidup.

Dalam penelitiannya, HSA menemukan produk-produk tersebut sudah melebihi kadar aman.

 Baca: Reaksi RSMH Palembang Usai Viral Video Tiarma Silitonga Ngadu Dugaan Malpraktik ke Hotman Paris

Baca: Dituding Aliran Sesat, Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah Diberondong Pertanyaan Warga dan Aparat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Daftar Obat Ranitidine (Obat Lambung) Pemicu Kanker, Sering Dipakai Pasien Kini Ditarik BPOM

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved