Kisah Pilu NP (14), Dituduh Curi HP, Ditempel Besi Panas, Dimasukkan ke Dalam Karung oleh 5 Pemuda

Saat kejadian ayah korban tengah berada di luar daerah, yang bekerja ikut orang memanen padi. Sedangkan ibunya telah meninggal saat korban masih kecil

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Ayah korban, Aron Panjaitan menunjukkan luka di leher belakang anaknya akibat dianiaya oleh lima orang pemuda, Rabu (12/8/2020). Para pelaku menganiaya korban berinisial NP dengan tuduhan sebagai pencuri handphone dari sebuah warnet pada Selasa (4/8/2020) malam. 

NP pun menceritakan awal dirinya dianiaya para pelaku.

Korban yang sedang berada di depan warnet, secara tiba-tiba dituduh sebagai pencuri handphone, lalu dianiaya oleh para pelaku.

"Main-main di warnet, disangkanya aku yang ngambil. Dimasukkan ke goni, dibuat (ditempel) besi semprot, dimasukkan ke dalam goni, baru diseret ke simpang," ungkap NP.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Serdang, Guntur Gunawan membenarkan peristiwa itu. Ia mengaku sempat coba memediasi kedua belah pihak.

"Kalau kejadiannya saya tidak lihat, cuma ketika saya panggil yang diduga pelaku, saya tanya, dibenarkan sama pelaku. Jadi korban ini dituduh, cuma tidak terbukti," ucap Guntur.

Kini kasus ini sudah dilaporkan ayah korban ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan, Rabu (6/8/2020).

Adapun pelaku yang dilaporkan yaitu WM beserta empat rekannya EN, CP, TS dan RS.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved