Kajari Deliserdang 'Menghilang' Setelah Diperiksa KPK, Diduga Terlibat Kasus Korupsi

KPK meminjam ruangan di markas Polda Sumut untuk memeriksa Kajari Deliserdang Teguh Wardoyo dalam kasus dugaan korupsi

Editor: Array A Argus
Tribun Medan
UPAYA KONFIRMASI-Sejumlah awak media mendatangi kantor Kejari Deliserdang dalam rangka upaya konfirmasi terkait pemeriksaan Kajari Deliserdang Teguh Wardoyo oleh KPK, Kamis (10/9). Sayangnya, Teguh "menghilang" bak direlan bumi sejak diperiksa KPK.(INDRA) 

T R I B U N-M E D A N.com,PAKAM-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang Teguh Wardoyo dikabarkan tersandung kasus korupsi dan pemerasan hingga diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sayangnya, Teguh yang berupaya dikonfirmasi Tribun Medan "menghilang" dari kantornya.

Berulangkali dicari di gedung Kejari Deliserdang, Teguh Wardoyo tak kelihatan.

Sejumlah staf dan pejabat yang ditanyai terkesan menghindar.

Optimalkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, KPK Rakor dengan Pemda Sumut

Ada yang bilang, Teguh datang pagi hari, namun pulang di siang hari.

Ada juga yang sama sekali enggan memberikan komentar.

Mereka berusaha menghindar ketika ditanya mengenai keberadaan Teguh Wardoyo, termasuk kasus yang tengah mendera orang nomor satu di Kejari Deliserdang itu.

Namun, Juru Bicara KPK Ali Fikri memberikan sedikit informasi.

Dia membenarkan bahwa penyidik KPK datang ke Sumatera Utara memeriksa sejumlah pejabat Kejari Deliserdang termasuk Teguh Wardoyo.

KPK Minta Pengusaha Tambang di Sumut Bayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

"Iya benar mas (ada pemeriksaan Kajari Deliserdang).

Kegiatan itu masih penyelidikan atas dugaan korupsi yang diduga melibatkan aparat penegak hukum di Deliserdang," kata Ali Fikri, Kamis (10/9/2020) siang.

Disinggung lebih lanjut mengenai kasus korupsi apa yang mendera Teguh Wardoyo, Ali Fikri enggan memberikan keterangan secara detail.

"Karena ini masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih jauh terkait kegiatam dimaksud," kata Ali Fikri.

KPK Miskinkan Mantan Sekretaris MA Nurhadi Dengan Cara Menyita Aset Perkebunan Sawit

Lantaran tidak ada informasi yang jelas mengenai kasus yang mendera Teguh Wardoyo, masyarakat di Deliserdang pun banyak yang menerka-nerka, hingga menduga bahwa Kajari Deliserdang itu terlibat dugaan pemerasan terhadap pejabat di Deliserdang.

Disinggung mengenai berbagai kabar miring ini, Ali Fikri kukuh enggan menjelaskan.

"Perkembangannya nanti akan kami informasikan lebih lanjut," kata Ali.

Namun, dia bilang bahwa pemeriksaan Kajari Deliserdang Teguh Wardoyo dilakukan di Polda Sumut sejak Kamis (3/9/2020) kemarin.

Penyidik KPK meminjam ruangan Polda Sumut agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho, KPK Perpanjang Masa Tahanan Mantan Anggota DPRD Sumut

Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Jacob Hendrik memlih bungkam.

Berulangkali dihubungi soal pemeriksaan anak buahnya itu, Jacob tak mau memberikan jawaban.

Terpisah, Plt Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Karya Graham mengakui ada sejumlah pejabat di Kejari Deliserdang yang diperiksa penyidik KPK termasuk Teguh Wardoyo.

"Iya benar, kami ada mendapatkan informasi tersebut. Beberapa orang diperiksa di Polda (Sumut)," kata Karya.

Ketua KPK RI Ajak Masyarakat Kawal Korupsi di Masa Pandemi

Lantas, siapa saja yang diperiksa dan apa kasusnya, Karya mengaku tidak tahu.

Dia bilang, pemeriksaan Kajari Deliserdang Teguh Wardoyo dilakukan KPK sejak Kamis (3/9/2020) lalu.

Kasi Intel Kejari Deliserdang Ricardo Baringin Marpaung yang sebelumnya dikonfirmasi Tribun Medan memilih bungkam.

Berulangkali dihubungi, Ricardo tak menjawab.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Deliserdang Oloan Pasaribu lebih memilih "buang badan".

KPK Sebut 18 Kabupaten/Kota di Sumut Masuk Zona Merah Korupsi Berdasarkan Capaian MCP

Dia meminta Tribun Medan bertanya pada Kasi Intel yang sebelumnya memilih bungkam soal pemeriksaan pimpinannya itu.

"Tanya itu sama Intel lah bang. (Benar apa enggak) tanya Kasi Intel aja abang ku. Ada tadi di kantor kok (Kajari)," kata Oloan.

Bilang Hoaks
KPK mengakui ada memeriksa sejumlah petinggi Kejaksaan Negeri (Kejqari) Deliserdang, termasuk Kepala Kejari Deliserdang Teguh Wardoyo terkait dugaan korupsi.

Tapi anehnya, Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejari Deliserdang Erthy Puspita Simbolon malah mengatakan kabar pemeriksaan Teguh Wardoyo bohong alias hoaks.

6 Hotel di Medan Tunggak Pajak hingga Rp 18 Miliar, BPPRD Gandeng KPK dan Kejari

"Enggak ada itu. Hoaks itu(ada diperiksa)," kata Erthy, Kamis (10/9/2020).

Ditanya dimana keberadaan Teguh, Erthy tak menjelaskan secara detail.

Dia beralasan pimpinannya itu ada datang ke kantor.

Tapi tidak dijelaskan pukul berapa, dan kemana setelah masuk kantor.

"Tadi ada datang kok Kajari," kata Erthy berusaha menghindar.

Fakta-fakta Turunnya Ketua KPK dan Tim ke Sumatera Utara

Saat dicecar lebih lanjut mengenai masalah ini, Erthy enggan menatap.

Dia kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil.

Berkenaan dengan kasus yang mendera Teguh Wardoyo, mencuat kabar bahwa yang bersangkutan disebut-sebut melakukan penyalahgunaan kewenangan ketika kejaksaan menangani dan menyelidiki kasus dugaan korupsi yang terjadi pada Dinas Perizinan.

Diduga, agar kasus tersebut tidak berlanjut ke ranah penyidikan, beberapa pejabat "digilir".

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Deliserdang Iwan Salewa mengaku belum ada dipanggil KPK.

Namun, Iwan mengakui kemungkinan besar dirinya akan dipanggil terkait kasus ini.

Ketua KPK Firli Bahuri Sidak, Tanyakan Pengelolaan Anggaran Covid Rp 1,5 Triliun di Sumut

"Ya, mungkin akan dipanggil. Kalau sekarang, enggak ada aku dipanggil. Belum tahu aku (Kajari diperiksa KPK)," kata Iwan.

Dalam kasus ini, Iwan disebut-sebut satu di antara pejabat yang diperiksa bersama dengan Teguh Wardoyo saat KPK meminjam ruangan di Polda Sumut.

Mencuat kabar, selain Iwan, pejabat lain yang ikut diperiksa di antaranya Sekda Deliserdang Darwin Zein.

Saat dikonfirmasi, Darwin mengaku belum tahu ada pejabat yang diperiksa KPK.

"Kalau masuk ke saya, enggak ada pemanggilan.

Ya bisa juga ke masing-masing dinas pemanggilannya masuk," kata Darwin Zein.(dra)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved