Ratusan Rumah Rusak dan Seorang Petani Sempat Terbang Dihempas Angin Puting Beliung di Sergai

Polres Sergai berjanji akan melakukan bedah rumah terhadap korban bencana angin puting beliung di Desa Sei Bamban

Tayang:
Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Indra
Ratusan rumah di Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) rusak parah setelah diterjang angin puting beliung Sabtu, (28/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com,RAMPAH-Kadir (63), warga Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) tak bisa melupakan tragedi yang menimpa dirinya.

Pada Sabtu (28/11/2020) kemarin, saat angin puting beliung merusak ratusan rumah di desanya, Kadir yang baru saja pulang dari sawah sempat terbang dibawa angin.

Kala itu, Kadir dibawa terbang hingga satu meter.

“Karena saat itu hujan deras, aku sempat berteduh di rumah orang.

Setelah agak reda, aku pun berniat untuk pulang,” terang Kadir, Minggu (29/11/2020).

Baca juga: Angin Puting Beliung Mengamuk, Porak-porandakan Belasan Rumah di Medan Labuhan

Begitu dirinya melangkagkan kaki dari tempatnya berteduh, tiba-tiba angin kencang menghantam wajahnya.

Sontak, Kadir pun terbang bersama cangkul yang dibawanya.

“Masih di gang alu waktu itu. Setelah ditiup angin, aku pun terpental ke dinding rumah warga,” kata Kadir menghela nafas.

Petani bertubuh kurus ini mengatakan, dirinya masih terbilang beruntung.

Sebab, dia tidak mengalami luka serius di tubuhnya.

“Begitu sampai di rumah, ternyata rumah ku pun sudah rusak,” kata Kadir.

Baca juga: Penjelasan BMKG Terkait Video Viral Angin Puting Beliung di Laut Bali

Dia berharap, ada bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki rumahnya.

Lantaran saat ini rumah Kadir tak bisa ditempati, dia pun mengevakuasi sang istri ke rumah sang anak.

Dari amatan Tribun Medan, atap rumah Kadir porak poranda.

Pepohonan yang ada di sekitar rumahnya juga tumbang.

Lantaran tilam dan barang-barang lain basah diguyur hujan, Kadir pun menjemur barang-barangnya di depan rumah.

Sementara itu, warga lainnya bernama Lisnawati mengatakan angin puting beliung menerjang desa mereka sekira pukul 15.30 WIB.

Baca juga: Angin Puting Beliung Hantam Sekolah di Percut Seituan, Bangunan SMK Negeri 1 Rusak Ditimpa Pohon

Saat kejadian, Lisnawati tengah merawat suaminya yang sakit.

Sore itu, hujan sempat turun dengan intensitas sedang.

“Setelah hujan, pelan-pelan angin mulai bertiup kencang,” kata Lisnawati.

Beberapa saat kemudian,terdengar gemuruh dari atap rumahnya.

Selanjutnya, seng yang menutupi rumah beterbangan.

Karena takut, Lisnawati cuma bisa memanjatkan doa.

“Bingung sekali saya saat itu. Mana suami lagi sakit. Anak lagi di rumah tetangga,” kata Lisnawati.

Akibat peristiwa alam ini, rumah milik Lisnawati rusak.

Bagian atapnya nyaris hancur total.

Tidak hanya rumah saja yang rusak, barang-barang elektronik di dalam rumah juga ikut rusak.

Sebab, kata Lisnawati, begitu atap terbang dibawa angin, hujan mengguyur seluruh barang yang ada di dalam rumah.

“Habis lah semua barang-barang di dalam rumah,” kata Lisnawati.

Baca juga: Ratusan Rumah di Deliserdang Rusak Kena Angin Puting Beliung, Amri Berpikir Sudah Kiamat

Lantaran rumahnya terbilang rusak parah, para tetangga tampak datang menemui Lisnawati.

Mereka memberikan semangat pada Lisnawati agar tidak terlalu memikirkan kejadian ini.

Sebab, warga khawatir Lisnawati jatuh sakit lantaran kepikiran mencari dana untuk memperbaiki rumah.

“Seperti ini lah kondisinya bang. Rusak semua,” katanya.

Untuk sementara waktu, lanjut Lisnawati, dirinya pun memilih untuk mengungsi di rumah bibinya yang tak jauh dari kediamannya.

Baca juga: PUTING BELIUNG MENGAMUK, 6 Rumah dan Satu Gereja Disapu Angin Puting Beliung

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sergai Hendri mengatakan, dari data yang mereka peroleh, jumlah rumah yang rusak di Desa Sei Bamban mencapai 108 unit.

Paling parah, berada di Dusun 15 Kampung Jati.

“Di Dusun 15 itu ada 80 unit yang terdampak.

Kemudian, di Dusun 16 Kampung Samben ada 28 unit,” kata Hendri.

Ia mengatakan, pascakejadian pihak BPBD masih berada di lokasi melakukan pendataan lebih lanjut.

Dia akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk membahas masalah bantuan.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Deliserdang, Bocah Kakak Beradik Tertimpa Seng

Sementara itu, Camat Sei Bamban Junimart Gultom mengatakan, ada penambahan data mengenai rumah yang rusak akibat bencana puting beliung.

Katanya, saat ini rumah yang terdata rusak mencapai 114 unit.

Semua rumah itu, ada di Desa Sei Bamban.

"Di Desa Gempolan juga ada bangunan yang rusak, tapi itu kilang padi,” kata Junimart.

Ia mengatakan, untuk bantuan sendiri akan segera dibagi ke masing-masing warga yang terdampak bencana.

Katanya, sementara waktu bantuan yang akan diberikan berupa material bangunan.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Dua Kabupaten, Ratusan Rumah Rusak. Warga: Atap Rumah Kami Terbang

“Senin (30/11/2020) akan disalurkan. Untuk sembako sudah banyak yang turun dan sudah kami salurkan,” katanya.

Sementara ini, lanjut Junimart, pihaknya ada menerima bantuan lima kodi seng dari Polres Sergai.

Bantuan ini pasti akan diterima oleh masyarakat korban bencana angin puting beliung.

Janji Bedah Rumah

Kapolres Serdangbedagai AKBP Robin Simatupang bersama personelnya turun langsung ke lokasi bencana angin puting beliung.

Di sana, Robin bersama sejumlah perwira mengajak masyarakat berdialog.

KADIR, warga Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban, Sergai yang sempat terbang dibawa angin puting beliung, Minggu (29/11/2020).
KADIR, warga Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban, Sergai yang sempat terbang dibawa angin puting beliung, Minggu (29/11/2020). (TRIBUN MEDAN/INDRA)

Dalam kunjungannya itu, Robin yang sempat didera kasus tahanan kabur ini sempat menjanjikan bedah rumah kepada warga.

Satu di antara warga yang rumahnya bakal direnovasi yakni Arbaiyah (61) warga Dusun 15 Kampung Jati, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban.

“Kepada ibu agar bersabar, semoga kita bisa melawati musibah ini.

Nanti saya bersama PJU (pejabat utama) akan membedah rumah ibu agar bisa kembali ditempati,” kata Robin.

Baca juga: VIDEO Angin Puting Beliung dan Hujan Es Melanda Toba, Hingga Beberapa Atap Rumah Warga Rusak Berat

Tidak hanya berjanji akan melakukan bedah rumah, Robin yang datang mengenakan seragam lengkap dan tongkat komando itu juga memberikan santunan berupa uang kepada Arbaiyah.

Terlihat Arbaiyah begitu senang dan ia pun menangis haru di hadapan Robin.

“Jangan lihat jumlahnya, semoga ini bisa sedikit  meringankan beban ibu atas bencana alam ini,” kata Robin.

  “Terima kasih pak Kapolres atas bantuannya, saya sangat berterima kasih, semoga Allah yang membalas kebaikan bapak dan pak polisi lainnya,” kata Arbaiyah berurai air mata.

Baca juga: Begini Penjelasan BPBD Soal Angin Puting Beliung yang Sering Terjadi di Deliserdang

Dari amatan di lokasi, tidak hanya aparat kepolisian saja yang turun ke lokasi kejadian.

Ada juga anggota TNI yang membantu warga. Informasi terakhir, selain memberikan santunan uang dan janji bedah rumah, Robin dan anggotanya turut membagikan 100 paket sembago dan 160 lembar seng.

Pascakejadian, warga pun saling bergotong royong melakukan bersih-bersih.

Masyarakat yang rumahnya paling parah terkena dampak terlihat dibantu para tetangga mengevakuasi puing-puing bangunan yang runtuh.

Hingga saat ini, warga di lokasi bencana menunggu-nunggu bantuan berupa material bangunan, terutama seng.(dra)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved