Anggota DPRD Sumut Lebih Mementingkan Laptop saat Pandemi, Sementara Masih Banyak Rakyat Kesusahan
DPRD Sumut melakukan pengadaan laptop di masa pandemi dengan biaya Rp 1,6 miliar. Sementara masih banyak masyarakat kesusahan
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Pengadaan laptop bagi anggota DPRD Sumut di tengah masa pandemi Covid-19 jadi sorotan masyarakat.
Bagaimana tidak, di saat semua pihak sibuk melakukan refocusing anggaran untuk penanganan corona, anggota dewan malah menggelontorkan uang Rp 1,6 miliar untuk pengadaan laptop.
Alasannya, untuk mendukung kinerja selama pandemi, lantaran harus bekerja menggunakan aplikasi Zoom.
Baca juga: DPRD Sumut Gelapkan 100 Unit Laptop, Sekretaris Dewan Erwin Lubis : Gak Tau Aku
"Itu program lama. Sudah dianggarkan sejak kami dilantik lalu.
Tapi dipending, dan diusulkan lagi di P-APBD tahun lalu," kata Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, Senin (11/1/2021).
Dia beralasan, laptop yang diberikan kepada seluruh anggota DPRD Sumut itu hanya dipinjampakaikan hingga masa periodesasi tugas mereka sebagai wakil rakyat selesai.
"Itu bukan menjadi hak milik. Tapi kami jaga dan rawat.
Habis priodesasi harus dikembalikan itu. Bukan menjadi hak milik," katanya.
Baca juga: Cantik-cantik Kok Penipu, Begini Cara 2 Pelaku Gelapkan 33 Kamera dan 3 Laptop
Disinggung soal pengadaannya di tengah masa pandemi Covid-19, dimana masih banyak rakyat yang kesusahan dan butuh bantuan, serta Pemprov Sumut melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 1,5 triliun untuk penanganan virus corona di Sumut, Baskami justru menyebutkan bahwa pengadaan laptop tetap prioritas.
Sebab, dia merasa pengadaan laptop ini lebih penting untuk kinerjanya dan anggota DPRD Sumut.
"Pengadaan ini kita usulkan untuk bantu kinerja. Karena sekarang kan lagi Covid-19.
Jadi sebagian kita rapat pakai zoom. Jadi salah satunya membantu kinerja seperti rapat-rapat di dewan," sebutnya.
Meski berdalih pengadaan laptop ini untuk mendukung kinerja anggota dewan, namun banyak pihak meragukan alasan itu.
Baca juga: Kesulitan Belajar Online, Murid SD Dijemput Polisi dan Dipinjamkan Laptop
Sebab, sebagaimana pengalaman sebelumnya, ada 100 unit laptop di DPRD Sumut yang raib entah kemana.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemerikasaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara Tahun Anggaran (TA) 2015, terdapat aset peralatan dan mesin senilai Rp 1.738.885.000 dikuasai pihak lain, yaitu 100 unit laptop pada Sekretaris Dewan.