Breaking News:

Anggota Dewan Medan hanya Bisa Pasrah Dua Kali Batal Naik Haji

Sepuluh tahun menunggu, dan dua kali gagal berangkat ibadah haji, Mulia Asri Rambe mengatakan, hal tersebut sebagai ajang latihan bersabar

TRIBUN MEDAN/ DEDY
Anggota DPRD Medan, Mulia Asri Rambe dan istri calon jemaah haji Indonesia yang gagal berangkat karena kebijakan pemerintah Indonesia, di massa pandemik Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN  - Sepuluh tahun menunggu dan dua kali batal untuk menunaikan ibadah haji tak membuat anggota DPRD Kota Medan Mulia Asri Rambe karib disapa Bayek kecewa. Bayek mestinya bersama sang istri, Lia berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Namun, Pemerintah Indonesia sudah resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun 2021. Keputusan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M, yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Terkait pembatalan keberangkata tersebut, pemerintah menyampaikan sejumlah pertimbangan. Faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji terancam akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi menjadi alasan yang pertama.

Pertimbangan kedua adalah karena Kerajaan Arab Saudi belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Baca juga: Daftar Tunggu Haji Sumut Jadi 20 Tahun

Arab Saudi juga belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, padahal Pemerintah Indonesia memerlukan waktu untuk melakukan persiapan pelayanan jemaah haji.

Ini merupakan penundaan kedua bagi Bayek untuk menunaikan Rukun Islam Kelima tersebut. Tahun lalu, pemerintah juga tak memberangkatkan calon jemaah haji Indonesia dengan alasan yang mirip dengan pembatalan tahun ini.

Bayek mengatakan, sudah menanti bertahun-tahun untuk naik haji, namun takdir Allah berkata lain. Ia menambahkan, situasi tersebut membuatnya belajar bersabar dan menerima keadaan.

"Saya dijadwalkan berangkat bersama istri. Ini tahun kedua batal. Saya dan istri ikut regulasi kebijakan pemerintah dan menteri agama yang sudah mengumumkan pembatalan keberangkatan calon jemaah haji. Niat pemerintah kan melindungi kemanan dan kesehatan rakyatnya. Negara lain juga ada kebijakan pembatasan, tidak hanya Indonesia," katanya kepada Tribun Medan, Minggu (6/6).

Bayek juga percaya bahwa ibadah haji ke Tanah Cuci berkaitan dengan kehendak takdir Allah. Artinya beribadah itu ikhtiar dan sukarela semata-mata hanya untuk Allah Sang Pencipta.

Baca juga: Resmi Dibatalkan Pemerintah, 8 Ribu Calon Jamaah Haji Asal Sumut Gagal Berangkat

"Ini kan pergi ibadah, kalau ulil umri (pemimpin) bilang gitu, ya kami ikuti. Dalam Islam kan dikatakan taat lah kepada Allah, ikuti Rasul dan pemimpinmu. Jadi, kami ikuti lah ulil umri," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Perdata O Ginting S
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved