Pilpres 2024

TUDUH Prabowo-Gibran Curang, Bawaslu Tegaskan Belum Temukan Pelanggaran: Harus Bisa Dibuktikan

Kecurangan yang diteriaki Paslon Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin belum ditemukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

HO
Anies Baswedan, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, dan Ganjar Pranowo 

"Kalau misalnya betul-betul ini kecurangan ngapain itu Anies-Muhaimin saya kasih angka 27 persen, sementara rata-ratanya 24 persen kayak sekarang, tanggung amat, jadi tanggal 5 Januari itu harusnya saya sudah ngomong 24 persen supaya tambah yakin. Jadi ini hanya kebetulan, sejarah saja," imbuhnya.

Dijelaskan Qodari, video presentasinya tersebut telah kehilangan konteks karena dipotong-potong dan dilakukan editing oleh oknum dengan tujuan menyebarkan hoaks.

"Nah itulah, jadi karena ini dipotong-potong akhirnya kehilangan konteks," ujar Qodari.

Qodari menilai selama ini sejumlah analisis, teori dan prediksinya selalu mendekati kenyataan seperti halnya prediksi pilpres sekali putaran.

Sehingga, Qodari menduga pihak yang menuduhnya curang itu melakukan otak-atik data seakan-akan melakukan konspirasi.

"Jadi kenapa saya dituding konspirasi dalam acara tanggal 5 Januari itu karena saya biasanya ngomong itu kejadian padahal sebetulnya itu bukan konspirasi sama sekali," ungkapnya.

"Jadi istilahnya mereka itu istilahnya otak-atik gatuk mengait-kaitkan dua data atas peristiwa yang sebenarnya nggak ada hubungannya," pungkas Qodari.

Refly Harun Naik Pitam

Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dengan nada tinggi menuding peneliti Indo Barometer M Qodari sebagai pengecut, karena tidak berani terang-terangan dan mendeklarasikan diri sebagai bagian dari tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) 02 Prabowo-Gibran dan seakan berlindung dibalik sikap independen.

Karenanya Refly yang mengaku bagian timses paslon 01 Anies-Cak Imin, meminta Qodari tidak bersembunyi dibalik sikap netral namun ternyata disebutnya bagian dari konspirasi dalam menyatakan pendapatnya soal dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Refly Harun langsung kepada M Qodari, saat keduanya hadir dalam acara Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Suara Rakyat vs Sirekap yang ditayangkan Inews TV, Senin (20/2/2024).

Semprotan Refly Harun berawal saat ia membeberkan sejumlah indikasi kecurangan Pemilu 2024 yang disiapkan jauh sebelum pencoblosan,

Refly menduga perhitungan suara melalui aplikasi Sirekap yang dibuat KPU sudah di setting dengan algoritma sedemikian rupa untuk memenangkan paslon tertentu yang kemudian diperkuat dengan penghitungan manual.

Ia juga menjelaskan ada aduan anggota KPPS yang menyebut bahwa sebelum pukul 13.00 WIB, atau pencoblosan berakhir sudah ada data jumlah suara data Pilpres 2024 di Sirekap dari TPS di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Padahal penghitungan suara di TPS belum dilakukan," katanya.

Refly Harun juga menyebut soal penyewaan tempat stadion dan perlatan untuk pidato kemenangan Paslon 2 pada 14 Februari 2024, dua hari sebelumnya.

"Karena itulah kemudian, kita menduga bahwa ada sebuah disain, untuk menentukan dulu hasil pemilunya," kata Refly.

Mendengar penjelasan Refly Harun, M Qodari yang diberi kesempatan bicara membela paslon 02.

"Pertama soal bahwa sudah siapkan acara deklarasi atau perayaan dan sudah pesan perlengkapan, itu jawabannya gampang sekali. Bahwasanya kita sudah lihat indikasi hasil survei dan analisa lainnya 02 akan menang. Sebaliknya, kalau 01 tidak siapkan band dan perlengkapan lainnya, 01 dia perkirakan akan kalah, begitu kan?," tutur Qodari.

Refly Harun pun langsung memotong dan mempertanyakan apakah Qodari ini tim sukses 02 atau ahli.

"Qodari ini Timses 02 atau ahli sih sebenarnya? Terus terang dong. Kalau saya jujur, saya timses 01," kata Refly Harun.

"Anda timses 02 atau Anda bagian dari konspirasi itu, konsisten dong," tegas Refly Harun.

Selama Refly Harun mempertanyakan hal itu, Qodari menyebut hal itu tidak penting.

"Ga penting, ga penting," ujar Qodari.

Refly Harun lalu kembali menegaskan kepada Qodari dengan nada lebih tinggi untuk jujur dan berani mengakui bahwa ia bagian dari 02.

"Jangan Anda membela 02 tapi tidak berani deklarasi bagian dari 02. Jantan dong, jadi orang jangan pengecut," semprot Refly Harun.

Qodari lalu menjawab bahwa semua orang tahu bahwa dia adalah ketua Gerakan Sekali Putaran.

"Semua orang tahu saya ketua gerakan sekali putaran, semua orang tahu. berarti anda kurang gaul," kata Qodari.

"Ya harus dibedakan dong, itu bisa saja hanya omon-omong, bilang itu ormas. Tapi deklarasi dan bilang saja sebagai bagian 02," kata Refly Harun.

"Saya tanya anda,. Omong dong," ujar Refly.

"Saya ini analis dan peneliti," timpal Qodari.

Refly Harun lalu berdiri dan kembali menegaskan dengan lantang.

Ia meminta Qodari jangan berpura-pura netral dan independen, namun ternyata bagian dari konspirasi.

"Anda pengamat, Anda ahli berpura-pura independen, tetapi dia menjadi bagian dari konspirasi itu, itu yang saya tentang. Karena itu saya Refly Harun berani mengatakan bagian dari 01. Saya jujur, tidak main belakang, main di depan," teriak Refly Harun, lalu kembali duduk.

Pada Pilpres 2024 ini, Refly Harun sejak jauh hari dengan tegas menyebut dirinya merupakan bagian dari timses 01 dan tak berpura-pura netral.

Meskipun dirinya adalah ahli hukum Tata Negara dan juga pengamat politik.

Potongan pernyataan Refly Harun yang menyemprot Qodari kemudian beredar di media sosial.

Sejumlah netizen kemudian mengkritik Qodari yang dianggap selalu berpura-pura netral dan independen namun ternyata bagian dari tim pendukung Prabowo-Gibran.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved