Berita Viral

SOSOK Ima Mahdiah Mantan Staf Ahok BTP Kembali Lolos DPRD DKI Jakarta dari Dapil DKI Jakarta 10

Sosok Ima Mahdiah politisi muda PDI Perjuangan kembali berhasil mempertahankan prestasinya dengan meraih kursi di Dapil DKI Jakarta 10

|
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
istimewa
Sosok Ima Mahdiah politisi muda PDI Perjuangan kembali berhasil mempertahankan prestasinya dengan meraih kursi di Dapil DKI Jakarta 10 yang meliputi Kecamatan Taman Sari, Grogol, Petamburan, Palmerah, Kebon Jeruk, dan Kembangan untuk anggota DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029. Ima Mahdiah mantan staf Ahok/Basuki Tjajaha Purnama (BTP) kelahiran Jakarta 23 Juni 1991 beragama Islam yang beralamat di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Kolase Tribun-medan.com/istimewa) 

3. Hardiyanto Kenneth: 4.164 suara.

4. Merry Hotma 2.337 suara.

Sosok Ima Mahdiah politisi muda PDI Perjuangan
Sosok Ima Mahdiah politisi muda PDI Perjuangan kembali berhasil mempertahankan prestasinya dengan meraih kursi di Dapil DKI Jakarta 10 yang meliputi Kecamatan Taman Sari, Grogol, Petamburan, Palmerah, Kebon Jeruk, dan Kembangan untuk anggota DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029. Ima Mahdiah mantan staf Ahok/Basuki Tjajaha Purnama (BTP) kelahiran Jakarta 23 Juni 1991 beragama Islam yang beralamat di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Tribun-medan.com/istimewa)

Sosok Ima Mahdiah

Ima Mahdiah (32), sosok perempuan pendatang baru yang berhasil duduk sebagai anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Periode 2019-2024.

Ima memperoleh suara tertinggi yakni 30.591 di Daerah Pemilihan (Dapil) 10 yang meliputi Kecamatan Palmerah, Tamansari, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kembangan.

Dikutip dari dprd-dkijakartaprov.go.id, niat Ima maju sebagai caleg DPRD DKI Jakarta bermula pada saat menjadi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di Universitas Paramadina.

Ketika itu, Ima kesulitan mencari anggota DPR RI yang mau dijadikan narasumber untuk tugas kuliahnya. Bahkan tak ada satu pun yang merespon.

Setelah menanti lama, akhirnya ia mengikuti saran temannya untuk menghubungi salah satu anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Waktu itu tahun 2010, saya masih semester 1 di jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina. Saya mendapat tugas mengikuti keseharian anggota DPR,” ujar dia.

Awalnya, Ima mengaku tak terlalu senang karena sosok Ahok belum terlalu dikenal banyak orang.

Namun rasa pesimistisnya berubah saat melihat Ahok bersuara paling lantang saat pembahasan pengadaan e-KTP yang sedang bergulir di Komisi II DPR RI.

Kekagumannya semakin bertambah saat ia mengikuti Ahok turun langsung menemui konstituennya di Belitung saat Reses.

“Lima hari mengikuti Pak Ahok di Dapil (daerah pemilihan)nya, saya benar-benar kewalahan. Setiap hari dari pagi sampai tengah malam tak pernah berhenti menemui warga,” kata Ima.

Meski tugas kuliahnya sudah rampung, perempuan kelahiran Jakarta 23 Juni 1991 ini tetap menjalin komunikasi dengan Ahok.

Bahkan Ima juga menjadi relawan saat Ahok maju sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2012.

Alhasil setelah itu Ima Mahdiah diajak sebagai stafnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved