Berita Viral

KOMPOLNAS Soroti Kasus Polwan Bakar Suami: Polisi juga Manusia, Butuh Perhatian dan Perawatan Jiwa

Briptu Fadhilatun Nikmah alias Briptu FN berdinas di Polres Mojokerto Kota. Sementara, sang suami Briptu Rian Dwi Wicaksono bertugas di Polres Jombang

|
Editor: AbdiTumanggor
facebook Kabar Kediri/IST
Kasus polwan bakar suami: Briptu Fadhilatun Nikmah bakar suaminya Briptu RDW hingga meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti prihatin dan menyesalkan terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) anggota Polri yang dilakukan istri yang merupakan seorang polisi wanita (Polwan) dan mengakibatkan meninggalnya suami seorang polisi laki-laki (Polki).

Diberitakan sebelumnya, seorang polwan yang baru melahirkan anak kembar, Briptu Fadhilatun Nikmah (28) diduga mengalami Baby blues syndrome pasca melahirkan hingga nekat membakar suaminya sendiri yang juga seorang anggota polisi, Briptu Rian Dwi Wicaksono alias Briptu RDW (28).

Briptu Fadhilatun Nikmah alias Briptu FN berdinas di Polres Mojokerto Kota. Sementara, sang suami Briptu Rian Dwi Wicaksono bertugas di Polres Jombang, Jawa Timur.

"Kami mendorong Polda Jatim melakukan lidik sidik dengan dukungan scientific crime investigation. Saat ini Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, termasuk psikiater juga dilibatkan untuk memeriksa kejiwaan tersangka,"ujar Poengky.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (Istimewa)

Pihaknya pun meminta Polda Jatim untuk memeriksa apakah ada kemungkinan tersangka mengalami Post Partum Depression yang berdampak pada tindakan keji di luar nalar, sehingga bukan hanya terkait kemarahan akibat korban (suami) bermain judi online.

"Kami mendengar bahwa tersangka baru masuk kerja kembali setelah cuti melahirkan bayi kembar yang merupakan anak kedua pasangan tersangka dan korban. Sehingga patut diduga ada sebab-sebab lain yang membuat emosi tersangka memuncak,"jelasnya.

"Kami mendorong adanya pendampingan psikiater kepada tersangka, serta pendampingan psikolog kepada anak-anak tersangka dan korban,"sambungnya.

Kompolnas berharap di Polres-polres disediakan konsultasi psikologi agar anggota yang membutuhkan dapat segera berkonsultasi. Hal ini penting guna perawatan jiwa anggota.

"Polisi juga manusia, bukan superman atau superwoman, yang membutuhkan perhatian dan perawatan bagi jiwa mereka agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik,"pungkas Poengky Indarti.

Briptu Rian Dwi Wicaksono alias RDW yang tewas dibakar istrinya, Briptu FN di Asrama Polisi Mojokerto pada Sabtu (8/6/2024) pagi.
Briptu Rian Dwi Wicaksono alias RDW yang tewas dibakar istrinya, Briptu FN di Asrama Polisi Mojokerto pada Sabtu (8/6/2024) pagi. (HO)

Kejadian Tragis

Diberitakan sebelumnya, seorang polwan yang baru melahirkan anak kembar, Briptu Fadhilatun Nikmah (28) diduga mengalami Baby blues syndrome pasca melahirkan hingga nekat membakar suaminya sendiri yang juga seorang anggota polisi, Briptu Rian Dwi Wicaksono alias Briptu RDW (28).

Briptu Fadhilatun Nikmah alias Briptu FN berdinas di Polres Mojokerto Kota.

Sementara, sang suami Briptu Rian Dwi Wicaksono bertugas di Polres Jombang, Jawa Timur.

Sebelum melakukan aksinya, Briptu Fadhilatun Nikmah diketahui sempat melayangkan ancaman kepada sang suami.

Melansir dari Suryaco.id, Senin (10/6/2024), peristiwa dipicu saat Briptu FN mengecek ATM milik suaminya, Briptu RDW, dan didapati gaji ke-13 yang seharusnya Rp 2.800.000, hanya tersisa Rp 800.000.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved