Sumut Terkini
Harga Beras Medium di Siantar Masih Mencekik Walau Pemerintah Kucurkan SPHP
Bila mengacu pada harga beras kualitas medium saat awal Januari 2025, nilainya berada pada rentang Rp 12.000 sampai dengan 13.000-an.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Harga beras kelas medium di dua pasar utama di Kota Pematangsiantar yakni Pasar Dwikora dan Pasar Horas masih mengalami bertengger di angka tertinggi, kendati pemerintah telah mendistribusikan beras SPHP.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Pematangsiantar, Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP saat dikonfirmasi Rabu (13/8/2025) siang.
Ia menyebut proses penurunan harga masih menunggu stabilitas pasar.
“Harga beras masih stuck di angka Rp 15.200 per kilogram. Belum turun. Ini berdasarkan survey harga oleh petugas dari Diskopdag tadi pagi di Pasar Dwikora (Parluasan) dan Pasar Horas,” katanya.
Bila mengacu pada harga beras kualitas medium saat awal Januari 2025, nilainya berada pada rentang Rp 12.000 sampai dengan 13.000-an per kilogram-nya.
Sari menyebut bahwa pemerintah sendiri melalui Badan Pangan Nasional (BPN) sudah mendistribusikan Beras Bersubsidi SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) lewat Bulog pada pertengahan Juli 2025 lalu, namun belum terjadi penurunan harga beras di pasaran.
“SPHP sudah beredar sejak 22 Juli lalu melalui pasar murah/operasi pasar. Untuk penyalurannya itu ke kios binaan yang ditentukan di pasaran, koperasi merah putih, tetapi untuk kuotanya silakan konfirmasi ke Bulog ya, Bang,” kata Sari.
Namun demikian, menurut Sari, kondisi harga beras medium yang masih bertengger di angka tertinggi disebabkan karena belum efektifnya penyaluran beras subsidi.
Seyogyanya peredaran beras subsidi adalah upaya untuk stabilitasi beras medium di lapangan.
“Beras Bulog SPHP juga tersalur baru di juli lalu. Seluruh Indonesia begitu. Kalau tahun lalu sejak januari disalurkan, mungkin beras tidak semahal ini,” katanya.
Seorang ibu rumah tangga bernama Monica menyebut biasanya mereka membeli beras 5 kg sebelum Idul Fitri di angka Rp 60 ribu.
Namun sejak kenaikan harga beras ini, mereka harus membayar sekitar Rp 78-79 ribu untuk kemasan yang sama.
“Kalau untuk hitungan pengeluaran bulanan ya terasa lah ya bang. Karena tiap minggu kami 5 kg, kalau total sebulan udah bisa dibayangkan selisihnya,” kata Dewi yang merupakan warga Kelurahan Tozai, Kecamatan Siantar Sitalasari ini.
(alj/tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Bus Anak Sekolah Minggu Indrapura Masuk Jurang di Toba, Berikut Identitas Korban Luka-luka |
|
|---|
| Terekam CCTV, Maling Gasak Ponsel di Warung Kopi, Pura-pura Hendak Memesan |
|
|---|
| Bus Anak Sekolah Minggu dari Indrapura Jatuh ke Jurang di Toba |
|
|---|
| Pelaku Pencurian Alami Pelecehan Polisi, Pengacara Dianiaya Melapor ke Polda Sumut |
|
|---|
| Curi Pagar dan Lima Pintu Rumah, Dua Pria di Langkat Diringkus Polisi, Korban Rugi Rp 20 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KONDISI-GUDANG-BULOG-Beras-SPHP.jpg)