PDI Perjuangan Sumut

Bagi Sapi Kurban, Ketua PDIP Sumut Serap Aspirasi Petani Sawit Palas dan Dukung Perbaikan Musala

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, , melanjutkan safari penyaluran hewan kurban ke sejumlah desa di Kabupaten Padang Lawas

Tayang:
Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI, duduk bersama warga di atas tikar di bawah rindangnya pohon sawit saat berdialog dengan masyarakat Desa Transpir, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026). Dalam pertemuan sederhana itu, warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari harga tandan buah sawit hingga kebutuhan perbaikan musala di desa mereka. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, , melanjutkan safari penyaluran hewan kurban ke sejumlah desa di Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026).

Namun, kunjungan itu tidak hanya diisi agenda pembagian sapi kurban. Di tengah suasana Idul Adha, Rapidin juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog dengan warga, menyerap aspirasi, hingga memberikan pendidikan politik tentang pentingnya persatuan dan gotong royong.

Setelah sehari sebelumnya bergerak di Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan, rombongan PDI Perjuangan Sumut melanjutkan perjalanan menuju Desa Ujung Batu IV dan Desa Transpir, Kecamatan Huta Raja Tinggi.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI , menyerahkan hewan kurban kepada warga Desa Ujung Batu IV, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026). Hewan kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat kecil dan kaum duafa dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI , menyerahkan hewan kurban kepada warga Desa Ujung Batu IV, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026). Hewan kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat kecil dan kaum duafa dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. (TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara)

Perjalanan menuju lokasi cukup panjang. Rombongan harus melintasi jalan perkebunan sawit dan jalur desa yang sebagian masih rusak.

Namun, setibanya di lokasi, suasana berubah hangat. Rapidin datang tanpa pengawalan berlebihan.

Ia memilih duduk bersama warga di atas tikar, di bawah rindangnya pohon sawit, sambil mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat.

Percakapan berlangsung sederhana, tetapi penuh persoalan yang selama ini dihadapi warga desa. Mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, kebutuhan perbaikan musala, hingga harga tandan buah segar sawit yang terus menjadi perhatian petani.

Seorang petani sawit bernama Tumiran mempertanyakan kepastian harga sawit yang dinilai kerap berubah dan tidak stabil.

Menurut dia, kondisi itu membuat masyarakat perkebunan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap ada perhatian soal harga sawit ini, Pak. Kadang naik, kadang turun, sementara kebutuhan hidup terus berjalan,” kata Tumiran di hadapan Rapidin dan warga lainnya.

Warga Desa Ujung Batu IV usai berbincang bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, usai penyerahan hewan kurban di Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026). Dalam suasana sederhana di bawah perkebunan sawit, warga menyampaikan harapan terkait kondisi ekonomi dan pembangunan desa pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Warga Desa Ujung Batu IV usai berbincang bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, usai penyerahan hewan kurban di Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026). Dalam suasana sederhana di bawah perkebunan sawit, warga menyampaikan harapan terkait kondisi ekonomi dan pembangunan desa pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. (TRIBUN MEDAN)

Mendengar keluhan itu, Rapidin mengatakan persoalan sawit menjadi salah satu hal yang akan terus diperjuangkan, terutama menyangkut kepastian harga dan perlindungan terhadap petani kecil.

“Petani sawit jangan sampai terus berada di posisi lemah. Negara harus hadir, dan kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat soal harga sawit ini,” ujar Rapidin.

Selain soal sawit, Ustadz JP Lubis juga menyampaikan harapan terkait perbaikan ruang musala di Desa Transpir.

Menurut dia, fasilitas ibadah di desa tersebut membutuhkan perhatian agar masyarakat lebih nyaman menjalankan kegiatan keagamaan.

Rapidin menyebut usulan itu akan dicatat dan diperjuangkan bersama kader partai di daerah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved