Berita Medan

PERINGATAN Cuaca Ekstrem di Sumut 8–15 Desember 2025, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Mulai 8 hingga 15 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi mengguyur sejumlah daerah, terutama di kawasan pantai barat Sumut.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut). 

Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar

Labuhanbatu Selatan

“Dalam seminggu ke depan beberapa wilayah di Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan. Masyarakat diimbau lebih waspada dan mengambil langkah antisipatif,” kata Hendro.

BMKG Imbau Kepala Daerah Perkuat Koordinasi

BMKG juga meminta para kepala daerah terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat untuk memastikan kesiapsiagaan di daerah masing-masing. Pasalnya, cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat pun diminta selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BBMKG Wilayah I Medan, termasuk media sosial @infobmkgsumut, dan tidak mudah mempercayai kabar dari sumber tak resmi.

Untuk kebutuhan informasi cuaca, masyarakat dapat menghubungi Call Center BBMKG Wilayah I di nomor 0821-6804-3653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.

Tetap Waspada, Jaga Keselamatan

Dengan intensitas hujan yang diprediksi meningkat, masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.

“Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan kesiapsiagaan kita bersama,” tutup Hendro.

 Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, juga telah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama pemerintah pusat yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hybrid. 

Rapat tersebut tak hanya soal kesiapan Nataru, namun juga membahas mitigasi bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa pekan terakhir kembali memakan banyak korban dan wilayah. 

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam arahannya menegaskan bahwa cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi, sementara gelombang bencana datang dalam hitungan hari.

"Kita baru saja menyaksikan dua bencana besar, di Jawa Tengah dan kemudian di Aceh, Sumut, sampai Sumbar. Ini tanda bahwa kita semua harus siap," tegas Tito.

Mobilitas masyarakat saat Nataru juga menjadi perhatian serius. Dari arus mudik, lonjakan wisata, hingga potensi kelangkaan pangan, semuanya disebut memiliki risiko jika tidak diantisipasi sejak dini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved