TOPIK
Jelang Pilkada Wali Kota Medan
-
Akhyar pasti kecewa dengan keputusan partai yang tidak mengusungnya pada pilkada Medan, karena haus berbenturan dengan menantu Joko Widodo.
-
Mungkin dengan bergabung ke partai lain, Akhyar Nasution ingin mencitrakan ‘katakan tidak pada korupsi’
-
Apabila Akhyar memang benar telah berseragam partai lain, maka hak-haknya di Partai PDI Perjuangan akan hilang.
-
Menurut Djarot, langkah tersebut mengingatkannya kepada iklan dan jargon politik partai yang saat ini dinakhodai Agus Yudhoyono itu.
-
Manuver politik Akhyar Nasution jelang Pilkada Medan 2020, menjadi pembahasan dua elite politik nasional, Sohibul Iman dan Agus Harimurti Yudhoyono
-
Menurut Djarot, langkah Akhyar Nasution yang dengan mudah berpindah partai dianggap sebuah pengkhianatan.
-
Kita sudah pertanyakan baik itu secara langsung maupun secara grup DPD namun beliau belum menjawab secara langsung
-
Kader Partai harus berdisiplin dan berpolitik itu untuk pengandian yang lebih besar, bukan untuk berburu kekuasaan politik
-
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumut menanggapi kabar yang menyeruak terkait kepindahan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution ke Partai Demokrat.
-
Perubahan besar atas tata kelola pemerintahan di kota Medan agar kasus korupsi yang menjerat wali kota tiga kali berturut