Mendapat Hidayah saat Menghuni Lapas Tanjunggusta, Ridwan Sahid Putuskan Peluk Islam
Jelas terbayang, sebelum masuk sini saya ini Kejawen, belum Islam. Sesudah di Medan ini baru belajar Islam, belajar ngaji disini, di Masjid At-taubah
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Mendapat Hidayah saat Menghuni Lapas Tanjunggusta, Ridwan Sahid Putuskan Peluk Islam
TRIBUN-MEDAN.com- Terpidana hukuman penjara seumur hidup Ridwan Sahid alias Wahid akhirnya menjadi penganut Agama Islam setelah berada di Lapas Tanjung Gusta Kelas IA Tanjung Gusta Medan.
Hal ini disampaikan Ridwan saat berbincang dengan Tribun pada Minggu (12/5/2019).
Ridwan merupakan terpidana hukuman mati dalam perkara pembunuhan berencana tahun 2002.
Pria kelahiran Madura, 28 April 1971 ini melakukan kejahatannya dulu di Pekanbaru sewaktu masih berjualan Sate Madura.
Ridwan mengungkapkan dirinya baru dipindah dari Lapas Pekanbaru menuju Tanjung Gusta pada 2013 silam.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya yang dulu merupakan seorang penganut aliran kepercayaan Kejawen (Aliran kepercayaan) dan akhirnya di Lebaran 2013 mendapat Hidayah.
"Jelas terbayang, sebelum masuk sini saya ini Kejawen, belum Islam. Sesudah di Medan ini baru belajar Islam, belajar ngaji disini, di Masjid At-taubah. Pada saat di Pekanbaru saya 11 tahun di Lapas belum tahu sholat, baru setelah 2013 di Lapas Tanjung Gusta mungkin dapat hidayah, belajar ngaji, belajar Alquran," tuturnya.
Baru, setelah itu di 2015 barulah Ridwan mulai untuk memulai Ibadah Puasa pertama dalam hidupnya.
"2015 baru belajar puasa sama salatnya. Baru mulai belajar Agama. Sebelumnya ya engga puasa. Sebagian disini napinya mungkin karena stres ya kan. Kalau di sini Alhamdulliah banyak kegiatan keagamaan, hati kita ini terikut, darisitu kita belajar agama, tentang puasa. Dari 2015 smp sekarang tidak ada yang lepas," tuturnya .
29 Ton Bawang Putih Impor dari China segera Masuk Pasar di Medan
5 Tips Tetap Bisa Konsentrasi saat Berkendara di Jalan walaupun Menjalankan Ibadah Puasa
Saksi Sebut Demseria Simbolon Terima Rp 299 Juta selama tak Mengajar, Pengacara: Itu Simpang Siur!
Ia mengakui Ridwan yang dulu adalah sosok yang masih belum menerima terhadap vonis yang dijatuhkan pada dirinya.
"Kalau sebelum jadi Islam sebelum Puasa saya dulu masih engak terima dihukum seumur hidup kayak tidak adil. Padahal kita dituntut 15 tahun kok seumur hidup, nah setelah belajar agama, kita tahu takdir Allah, terima rencana Allah. Sekarang tinggal minta maaf sama Allah," tuturnya.
PDIP dan NasDem Gagal Total di Aceh, Tak Ada Caleg yang Lolos ke DPR RI
Bandara Kualanamu Antisipasi Penyebaran Virus Cacar Monyet Singapura
Sudah Menghamili, Pria Ini Malah Minta Dibelikan Ninja ke Calon Mertua agar Mau Bertanggungjawab
Ia mengungkapkan hal yang paling disyukuri dari Ramadan kali ini adalah kebersamaan antara para napi ketika saat berbuka dan sahur.
"Di sini tambah tahun makin ga terasa. Indah rasanya, kita buka puasa bersama, kita ga terasa ada masalah. Kalau kita sudah tahu agama semua indah terasa. Paling bersyukur momen Ramadhan sesama muslim di tahanan ini," tuturnya.
Unggah Video Adu Domba TNI dan Polri, Iwan AS Dibekuk, Sebut 22 Mei Pengumuman Pilpres Ultah PKI
Pria ini Siksa Istrinya yang Hamil Hingga Keguguran Karena Tak Diberikan Uang
Gelar Buka Puasa Bersama, Bupati Deliserdang Berikan Bingkisan kepada Anak Yatim
Cacar Monyet Belum Tercatat Masuk Medan, RSUP Adam Malik Siap Tangani
Ia mengaku sangat senang apabila Lebaran sudah tiba, dimana istri dan anak-anaknya yang jauh dari Madura bisa hadir dan bisa berkumpul di Lapas bersama.
"Nanti di Idul Fitri, dalam 1 tahun sekali keluarga datang mengunjungi. Mereka rencana mau datang dari Madura itu ada istri dan anak mau datang. Karena di sini jarang ketemu keluarga, ya Idul Fitri jadi istimewa. Sama kawan-kawan lapas sepenanggungan, ngumpul semua, sama keluarga mereka juga karena lapas menyediakan tempat, boleh rame-rame," pungkasnya.
(vic/tribunmedan.com)