Bunuh Diri di Polrestabes Medan

4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan, GO-JEK Angkat Bicara terkait Atribut

4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan, GO-JEK Angkat Bicara terkait Atribut

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan, GO-JEK Angkat Bicara terkait Atribut 

4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan, GO-JEK Angkat Bicara terkait Atribut

T R I B U N-MEDAN.com - 4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan, GO-JEK Angkat Bicara terkait Atribut

//

Setelah insiden bom bunuh diri yang terjadi di Mako Polrestabes Medan, dimana pelaku beraksi menggunakan atribut ojek online (Ojol), disesalkan oleh Vice President of Corporate Communications GO-JEK, Kristy Nelwan.

Mahfud MD Buka-bukaan terkait Omnibus Law, Larang Menteri Keberatan, Mahfud: Keberatan, Dicoret

VIDEO Rocky Gerung Sasar Mahfud MD, Gerung Bilang Bisa Bocorkan Rahasia Istana hingga Kontroversi

Realme 5s Bakal Dirilis 20 November, Punya Kamera Utama 48 Megapiksel dan Pengaturan Empat Kamera

BOM Bunuh Diri Terkini: Reaksi Go-Jek, 4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan
BOM Bunuh Diri Terkini: Reaksi Go-Jek, 4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Dalam keterangan resmi yang beredar, Kristy mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut.

"Kami tidak dapat berkomentar mengenai atribut terduga pelaku. Kami telaah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib," kata Kristy dalam keterangan resmi, Rabu (13/11/2019).

 Sosok 2 Pria Ngaku Polisi Polda dan Wartawan Dalangi Pemerasan di SPBU, Berakhir di Kantor Polisi

 Ahok Segera Gabung di BUMN, Bos Pertamina? Bocoran Setelah Bertemu Erick Thohir dan Pengakuan Ahok

"Serta kami siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi," sambungnya.

Dijelaskannya, Gojek menentang keras segala tindakan anarkis dan akan memberikan dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa sekira pukul 08.00 WIB, diduga pelaku masuk ke Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online.

Kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Dimana ada orang tidak dikenal (OTK) melakukan aksi bom bunuh diri. 

Pelaku masuk melalui pintu depan menuju Bag Op. Sesampai disana, pelaku meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

 KABAR AHOK TERBARU - Bertemu Menteri Erick Thohir, Ahok Dilibatkan di BUMN? Respons Luhut Panjaitan

Terkuak Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Gunjang Polrestabes Medan, Statusnya Mahasiswa

Identitas pelaku peledakan bom bunuh diri akhirnya terungkap. Pelaku seorang mahasiswa warga Jalan Jangka Medan Petisah.

Pelaku berinisial RMN usia 24 tahun merupakan warga Medan asli diduga meledakkan dirinya sendiri saat memasuki komplek Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Kota Medan, Rabu (13/11/2019).

Pelaku peledakan bom bunuh diri yang mengguncang Mapolrestabes terlihat dalam rekaman CCTV.

Dalam rekaman CCTV tersebut tampak RMN sedang mengenakan setelan jaket hijau kombinasi hitam sedang berjalan mengenakan ransel.

Gambar rekaman CCTV ini beredar di grup WhatsApp, hingga akhirnya pria itu meledakkan diri dan terdengar suara ledakan yang cukup keras di Mapolrestabes Medan, Rabu pagi.

Informasi yang dihimpun kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Sekira pukul 08.00 WIB, diduga pelaku masuk ke Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online.

Pelaku masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasi.

Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan
Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan (WA grup jurnalis)

Sesampai disana, pelaku meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

Akibat peristiwa itu beberapa orang terluka.

Di antaranya Kasi Propam luka di bagian tangan.

Termasuk pekerja harian lepas J Purba luka dibagian wajah, anggota Propam dan Piket Bagian Operasi.

Informasi terbaru identitas Kasi Propam adalah Kompol Abdul Mutholib.

Ketiga korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara. 

Cara Mengetahui Whatsapp Anda Diblokir, Cek Gambar Profil, Tehnik Cari Kontak yang Dicurigai

Smartphone Terbaru Asus Zenfone 6, Akhirnya Diluncurkan di Indonesia Besok,Spesifikasi & Keunggulan

Pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri tersebut.

Dilokasi polisi telah berjaga-jaga dan menutup jalan.

Sampai saat ini sedang dilaksanakan olah TKP, pengamanan dan penyelidikan.

Sementara itu Polri memastikan ledakan yang terjadi merupakan bagian dari aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan Jalan HM Said Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (13/11/2019).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Menurut Polri, ledakan itu terjadi di sekitar kantin Polrestabes Medan.

"Ya betul," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Rabu (13/11/2019).

Dedi mengungkapkan, petugas saat ini langsung melakukan olah Tempat Kerjadian Perkara (TKP).

"Saat ini sedang dilakukan olah TKP oleh Densus (88) dan Polda Sumatera Utara. (Kami) menunggu hasil investigasi (lebih) lanjut," kata dia.

Petugas kepolisian Polrestabes Medan Medan terlihat tengah siaga menjaga kawasan Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Pasalnya, diduga terjadi bom bunuh diri, di halaman Mapolrestabes Medan Jalan HM Said nomor 1.

Pantauan T r i b u n Medan di lokasi, terlihat petugas labfor tengah melakukan olah TKP.

Di lokasi juga terlihat garis polisi telah terpasang di seputaran lokasi.

"Di luar lokasi, terlihat petugas tengah melakukan pengamanan ketat. Jalan HM Said di kawasan Mapolrestabes Medan untuk sementara ditutup petugas.

"Tolong ya bagi yang tidak berkepentingan agar meninggalkan lokasi," ujar salah seorang petugas.

Terkait peristiwa tersebut, seratusan warga masih terlihat memadati lokasi.

Pecahan seperti kaca terlihat di seputaran tempat kejadian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menyatakan bahwa pelaku yang meledakkan bom di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) diduga berjumlah satu orang.

Orang yang diduga sebagai pelaku itu meninggal dunia akibat aksi bom bunuh diri.

"Diduga satu orang, berdasarkan informasi pertama," kata Iqbal saat ditemui di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Sementara itu korban yang jatuh terhitung saat ini berjumlah enam orang.

Empat orang di antaranya adalah anggota Polri, satu orang merupakan pegawai harian lepas, dan satu orang lain merupakan masyarakat sipil.

Ia menambahkan, saat ini Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama tim Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara masih mengolah TKP dan menginvestigasi secara mendalam kasus tersebut.

"Saat ini Densus 88 Antiteror dengan tim Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara sedang bekerja untuk melakukan proses selanjutnya. Apakah jaringan ini masuk dalam jaringan apa dan lain-lain, tunggu saja," kata dia.

Namun manajemen Gojek tak mau mengomentari pemakaian seragam Gojek dalam aksi bom bunuh diri ini.

"Kami mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut.

Kami tidak dapat berkomentar mengenai atribut terduga pelaku," ujar Vice President of Corporate Communications GO-JEK, Kristy Nelwan, Rabu (13/11/2019)

Ia mengatakan Go-jek telah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi.

4 Fakta Pelaku Bom Bunuh diri di Polrestabes Medan

Polisi mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku yang berusia 24 tahun itu memiliki inisial RMN.

"Pelaku lahir di Medan, statusnya adalah pelajar/mahasiswa," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, seperti dilansir dari Kompas TV.

 Inilah 3 Perusahaan BUMN yang Bakal Dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok

Identitas tersebut diketahui setelah tim Inafis Polri berhasil memperoleh sidik jari pelaku.

Data itu kemudian dicocokkan dengan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Meski demikian, untuk memperkuat informasi identitas pelaku, Polri akan tetap melakukan pengecekan DNA. Data DNA itu kemudian dibandingkan dengan data DNA yang diperoleh dari keluarga terdekat pelaku.

"Nanti akan disandingkan dengan tes DNA kedua orang tua pelaku," ungkapnya.

Berikut sejumlah fakta terkait pelaku:

1. Ojek online hingga bakso bakar

RMN merupakan warga Gang Tentram, Lingkungan III, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Sumatera Utara. Di sana, ia tinggal di rumah orang tuanya.

Kepala Lingkungan III, Poetra mengaku tidak terlalu mengenal RMN. Namun kesehariannya, pemuda itu diketahui berprofesi sebagai seorang pengemudi ojek online (ojol).

Sementara Kepala Lingkungan IV, Nardi mengaku, pernah mengenal RMN. Menurut dia, RMN dia lahir di daerah tempat tinggalnya. 

 Berita Foto: BNN Berhasil Mengungkap TPPU Hasil Penjualan Narkoba dengan Nilai Miliaran Rupiah

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Namun setelah itu ia sempat pindah ke Aceh.

"Dia lahir di sini dan pernah menetap di Kuala Simpang. Baru pas sudah besar dia balik lagi ke sini," kata Nardi

Selain berprofesi sebagai pengemudi ojol, menurut Nardi, RMN juga berjualan bakso bakar.

Saat ini, ibu RMN telah meninggal dunia.

Mahfud MD Buka-bukaan terkait Omnibus Law, Larang Menteri Keberatan, Mahfud: Keberatan, Dicoret

2. Dikenal baik

Pada 2018, pelaku sempat pindah ke Kecamatan Marelan, Kota Medan. Hal itu dilakukan setelah ia menikah dengan seorang perempuan yang juga merupakan warga sekitar.

Namun sebelum pindah, Poetra mengungkapkan, RMN sempat mengurus surat perpindahan dengannya.

"Terakhir ketemu sebelum dia menikah tahun 2018," ucap dia.

Poetra diketahui memiliki empat saudara.

Saat masih kecil, ia sempat pindah ke Aceh.

 Berita Foto: BNN Berhasil Mengungkap TPPU Hasil Penjualan Narkoba dengan Nilai Miliaran Rupiah

Namun, dia kembali lagi ke Sei Putih Barat setelah peristiwa tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun lalu.

Warga setempat mengenal dia sebagai orang yang pandai bergaul, juga baik terhadap tetangga.

 Erick Thohir Ajak Ahok (BTP) Bergabung di BUMN, Inilah Salah Satu 3 BUMN yang Bakal Dipimpin Ahok

3. Tiga anggota keluarga diamankan

Setelah peristiwa ledakan, aparat kepolisian menggeledah rumah keluarga RMN di Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.

Penggeledahan dilakukan selama kurang lebih tiga jam. Setelah itu, polisi mengamankan tiga orang anggota keluarga RMN.

Mereka adalah paman, bibi dan sepupunya.

 Direktur Diskotik Electra Duduk di Kursi Pesakitan, Didakwa Miliki Ekstasi dan Serbuk Ketamin

4. Lone wolf

Polisi telah merampungkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, tim gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror, Inafis dan Puslabfor berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti dan sidik jari RMN.

Barang bukti tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi jenis bom yang digunakan.

Sementara, identitas sementara akan dikembangkan oleh Densus 88 untuk mengetahui afiliasi pelaku dengan kelompok teroris.

 Berita Foto: Pascabom Bunuh Diri Petugas Melakukan Olah Tempat Kejadian di Polrestabes Medan

"Diduga pelaku ini melakukan serangan aksi terorisme ini lone wolf. Tetapi perkembangan selanjutnya akan ditentukan tim di lapangan," kata Dedi.

Cara Mengetahui Whatsapp Anda Diblokir, Cek Gambar Profil, Tehnik Cari Kontak yang Dicurigai

 Direktur Diskotik Electra Duduk di Kursi Pesakitan, Didakwa Miliki Ekstasi dan Serbuk Ketamin

(kompas.com/mak/tribu n-medan.com)

4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Markas Polrestabes Medan, GO-JEK Angkat Bicara terkait Atribut

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved