Breaking News:

Dituduh Lakukan Pemerasan dan Perampasan, Wakapolsek Helvetia Laporkan Balik Jefri ke Polda Sumut

Kini, giliran Wakapolsek Helvetia AKP Dedi Kurniawan yang melaporkan Jefri Suprayogi atas dugaan pencemaran nama baik.

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
Joko Pranata Situmeang, kuasa hukum Wakapolsek Helvetia AKP Dedi Kurniawan, menunjukkan surat laporan pencemaran nama baik ke Ditreskrimsus Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Heboh pernyataan Muhammad Jefri Suprayogi (35) yang mengaku menjadi korban pemerasan uang Rp 200 juta oleh Wakapolsek Helvetia AKP Dedi Kurniawan, memasuki babak baru.

Kini, giliran AKP Dedi Kurniawan yang melaporkan Jefri atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan itu dilayangkan ke Ditreskrimsus Polda Sumut, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Kapolda Sumut Buka Suara Terkait Dugaan Pemerasan Rp 200 Juta yang Dilakukan Wakapolsek Helvetia

Baca juga: Pria Ini Mengaku Diperas Wakapolsek Helvetia Rp 200 Juta, Kasusnya Berakhir di Propam Polda Sumut

Baca juga: BEGINI Kata Kapolsek Helvetia Kompol Pardamean Terkait Dugaan Wakapolsek Peras Warga Rp 200 Juta

Melalui kuasa hukumnya, Joko Pranata Situmeang, AKP Dedi melaporkan Muhammad Jefri Suprayogi (35), warga Jalan Pembangunan, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

"Laporan itu berkaitan dengan statement terlapor Muhammad Jefri Suprayogi yang telah beredar di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, Sumatera Utara, yang menuduh bahwa klien saya AKP Dedy Kurniawan melakukan pemerasan dan perampasan," kata Joko.

Dalam penuturannya, Joko mengungkapkan bahwa Jefri menuduh AKP Dedi Kurniawan telah menerima uang cash yang diberikan langsung oleh terlapor sebesar Rp 200 juta.

Selain itu, tuduhan menggunakan mobil Pajero Sport yang diamankan milik terlapor dengan mengganti platnya.

"Jelas, tuduhan yang disampaikan terlapor kepada masyarakat membuat klien kita (AKP Dedi Kurniawan) resah dan dicemarkan nama baiknya. Dan semua itu bisa dibuktikan dari CCTV apakah mobil Pajero itu pernah digunakan atau tidak, serta pertemuan antara klien saya dengan terlapor," ungkapnya.

Tak sampai di situ, Joko juga membantah Wakapolsek Helvetia itu turut menggunakan handphone milik terlapor.

Menurutnya, masalah handphone milik terlapor sebagaimana yang dituduhkan tidak pernah ada di Polsek Helvetia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved