Breaking News:

MAHASISWA USU Diduga Larikan Uang Rp 1,5 Miliar dengan Iming - Iming Investasi, Begini Cerita Korban

Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dilaporkan ke Polda Sumut karena diduga melarikan uang sebesar 1,5 Miliar.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Randy P.F Hutagaol
freepik
Ilustrasi penipuan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dilaporkan ke Polda Sumut karena diduga melarikan uang sebesar 1,5 Miliar dari 160 orang dengan iming –iming investasi.

SC sebagai salah satu korban yang kuliah di Jurusan Teknik Industri USU pun mengungkapkan hal tersebut kepada Tribun Medan pada Rabu (3/11/2021).

MENYASAR Oknum Polisi Memeras Terapis Pijat Puluhan Juta, Inilah Respons Kapolda Panca Simanjuntak

VANESSA Angel Tewas Kecelakaan di Tol Nganjuk, Inilah Insta Story Terakhir Sang Artis

VANESSA Angel dan Bibi Andriansyah Meninggal Dunia, Berikut Statemen Resmi Polisi

SISWI Dirudapaksa Kekasih Ibunya, Pelaku Sering Beri Uang hingga Belikan Handphone Harga Rp 18 Juta

AYAH dan Anak Cabuli Tetangga saat Istri Sedang Melahirkan, Korban Trauma karena Diancam Pelaku

MAESTRO Lagu Fajar di Atas Bulan Meninggal Dunia, Dekan FIB USU Sebut Almarhum Tak Pernah Sakit

Diungkapnya dari 160 orang tersebut ada 20 mahasiswa USU yang sejurusan dengannya.

“Terlapor berinisial RI. Awalnya RI menawarkan usaha bersama supply barang tani yang bernama Subur Cooperation. Sebelumnya usahanya bernama Horas Investmen. Itu sekitar Maret 2021,” katanya. 

Dia menceritakan saat itu, ia bersama kawan –kawan satu jurusannya diajak untuk menjadi penitip dana yang dijanjikan akan dikembalikan dengan jumlah tertentu. 

Warga Dikutip Uang Parkir di Kantor Camat Percut Seituan, Begini Kata Camat

CURI Senjata Api, Dua Pemuda Pengangguran Dihukum 3 Tahun 6 Bulan Penjara

AKSI Saling Lapor di Polsek Sunggal Dinilai Cacat Prosedur, Begini Penjelasan Polda Sumut

MAHASISWA USU Diduga Larikan Uang Rp 1,5 Miliar dengan Iming - Iming Investasi, Begini Cerita Korban

AMARAH Kapolda Sumut, Wanti-wanti Preman Tak Manfaatkan Ormas, Polisi Tidak Boleh Takut Preman

OKNUM Perwira Polisi Dicopot Jabatan Imbas Dugaan Perselingkuhan, Polda Sumut Diminta Transparan

Konsep penitipan dana dibuat dengan sistem Invest dan Tabungan/Arisan dan para penitip menitip sesuai dengan slot yang tersedia di hari tersebut.

Misalnya, bila menginvestasi Rp 1 juta, maka dana yang akan dikembalikan selama 25 hari menjadi Rp 1.3 juta dengan potongan biaya administrasi Rp 100 ribu. 

Kalau menginvestasi uang Rp 5 juta, dalam waktu 30 hari akan dibalikkan uangnya menjadi Rp 6,5 juta dengan potongan biaya administrasi Rp 500 ribu. 

Sedangkan yang menginvestasikan uang Rp 20 juta dalam kurun waktu 30 bulan akan dibalikkan menjadi Rp 26,5 juta dengan biaya administrasi Rp 2 juta. 

Untuk investasi Rp 50 juta akan dibalikkan uangnya dalam kurun waktu 30 hari sebesar Rp 65 juta dengan biaya admin Rp 5 juta. 

Anggota DPRD Tapsel Mengaku Ditodong Senjata Oknum Brimob, Polda Sumut Bantah Terima Laporan

OKNUM Notaris yang Diduga Palsukan Akta Ditetapkan Buron, Polrestabes Medan Diminta Lakukan Hal Ini

INSIDEN Polisi Dibacoki Puluhan Orang, Hari Ini Polrestabes Medan Gelar Perkara

SUAMI Almarhum Lina Jubaedah Kini Kehabisan Uang, Berniat Bawa Putrinya Adu Nasib ke Jepang

ORANGTUA Korban Pembunuhan di Tanjung Morawa Luntang Lantung Cari Keadilan, Setahun Kasus Tak Usai

MIRIS, Eks Bendahara Puskesmas Glugur Darat Disebut Habiskan Dana JKN Rp 2,3 M untuk Arisan Online

SC menjelaskan seluruh transaksi awalnya berjalan mulus tanpa ada yang bermasalah.

Bahkan pengembalian uang beserta bunga sempat dilakukan H-1 dari tanggal ketentuan. 

Naasnya pada Maret 2021, dana-dana tersebut mulai lama tidak cair kalau tidak ditanya atau tidak diminta.

Pada April 2021, RI mulai membeberkan masalah di pertanian yang mengakibatkan para pemutar dan peminjam tidak bisa mengembalikan tepat waktu.

“Sampai bulan Mei kami masih bersabar dan percaya karena RI juga aktif memberikan kabar. Namun tidak bisa mengembalikan dana dengan alasan yang sama,” sebutnya. 

Tepat Juni 2021, kesabaran para investor di grup sudah habis.

Dikatakan para investor mulai kesal dan marah di grup yang hanya dibalas kembali oleh makian dan ancaman dana tidak akan dikembalikan. 

RI bahkan memaki dan mengutuk investor karena menuduhnya lari dari tanggung jawab ini.

Setelah kejadian tersebut, RI mulai jarang merespon dengan alasan mencari dana dan menjaga mental akibat dari kemarahan investor di grup. 

Sampai akhirnya Oktober 2021, RI tidak pernah muncul di grup bahkan menonaktifkan nomor telepon.

Tetapi berdasarkan pemantauan terakhir, RI diduga sudah melakukan pelarian dengan keluarganya, yaitu ayah dan ibu-nya ke Bagan Batu, Riau.

Padahal, lanjutnya, tempat tinggal sebelumnya berada di Saribudolok yang diduga sudah dijual saat ini.

RI pun dikabarkan sempat lari ke Siantar dan disembunyikan oleh pamannya. 

Berangkat dari hal tersebut, SC beserta kawan satu jurusannya telah melakukan pelaporan ke Polda Sumut. Adapun nomor laporannya : STTLP/B/1486/IX/2021/SPKT/POLDA SUMUT. 

“Sebenarnya kami tidak menyangka karena RI itu termasuk mahasiswa yang pintar, sering ikut proyek ilmiah dengan dosen juga dan tidak pernah terlibat masalah yang buruk,” tutupnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved