Sumut Terkini

Terbengkalai di Beberapa Daerah, Pengerjaan Proyek Multiyears Rp 2,7 Triliun Ternyata Baru 77 Persen

Setelah berakhirnya KSO tersebut menurut Mulyono bahwa Pemprov Sumut tetap akan melanjutkan pekerjaan itu dengan mekanisme yang berbeda.  

|
Editor: Ayu Prasandi
HO
Situasi pengerjaan proyek jalan dan jembatan strategis Provinsi Sumatera Utara dengan sistem multiyears senilai Rp 2,7 triliun di beberapa wilayah di Sumatra Utara. 

Berdasarkan data yang dihimpun tribun-medan.com, misalnya di Kabupaten Karo meliputi Jalan Simpang Tongkoh-Simpang Sinaman (5 Km), Jalur alternatif Jalan Besar Tiga Jumpa di Desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, jalur alternatif Medan-Berastagi (12,67 Km) dan jalan Kuta Rakyat- Batas Kabupaten Langkat terhenti sejak awal 2024.

Begitu pula di Jalan Penghubung Kabupaten Pakpak Bharat dengan Kabupaten Humbang Hasundutan tepatnya di Batugajah, Desa Sionom Hudon Julu, yang terhenti sejak Januari 2024.

"Inilah proyek multiyears Rp 2,7 triliun itu. Januari berhenti, mereka kerja hanya sebulan. Sertu ± 700 meter lebar 4,5 meter," ujar Berawan Tumanggor (52), Selasa (7/5/2024).

Dikatakan Berawan, warga sudah menyumbang pasir dan batu (sertu) untuk pembangunan jalan perbatasan tersebut secara cuma-cuma.

"Itu tak bayar sertunya. Itulah karena senangnya kami warga sini dibangun jalan yang sudah lama sekali kami harapkan. Tapi sedihnya warga ketika pekerja berhenti Januari 2024. Diharapkan kian itu jalan enggak gagal karena sudah dua kali gagal pengerjaannya," bebernya.

Berawan dan warga perbatasan Humbang Hasundutan-Pakpak Bharat mengaku kecewa lantaran pembangunan terhenti sudah hampir lima bulan.

"Padahal warga di sini sangat berharap jalan itu jangan sampai gagal yang ketiga kalinya. Kami minta tolong lah perhatian Pemerintah," pungkasnya.

Karena jalan ini selalu gagal pengerjannya, sehingga akses laulintas antar dua kabupaten ini sangat sulit.

Apalagi dalam hal budaya, dalam setiap menghadiri pesta, pasti mengalami kendala karena jalannya sangat susah dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

Berawan berharap agar pembangunan jalan ini bisa dituntaskan Pemprov Sumut. "Kami berharap agar Pemerintah Provinsi Sumut dan juga Pemerintah Pusat memberikan perhatian terhadap jalan penghubung Humbang Hasundutan - Pakpak Bharat ini,"ujar Kepala Desa Sionom Hudon Julu ini kepada Tribun. 

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved