Opini Online
Mencoba, Mengevaluasi, dan Memperbaiki: Seni Memimpin di Era Digital
Di ruang rapat birokrasi dan korporasi Indonesia, satu kalimat masih sering terdengar: “Kita tunggu kajian lengkap dulu.”
Maka, keberanian mencoba menjadi kunci. Mencoba bukan berarti sembrono. Ia adalah tindakan sadar untuk menguji hipotesis kebijakan atau strategi dalam skala terbatas, dengan risiko yang terukur.
Di dunia teknologi, pendekatan ini dikenal sebagai minimum viable product (MVP).
Dalam kepemimpinan dan kebijakan publik, konsep serupa diterjemahkan menjadi kebijakan versi awal, cukup baik untuk diuji, belum tentu ideal untuk diabadikan. Filosofinya jelas: lebih baik kebijakan versi 1.0 yang berjalan, daripada kebijakan versi 10.0 yang tak pernah diluncurkan.
Evaluasi sebagai Inti Kepemimpinan Modern
Namun mencoba tanpa evaluasi hanyalah eksperimen tanpa arah.
Pemimpin digital tidak berhenti pada keberanian mengambil langkah awal.
Mereka justru menempatkan evaluasi sebagai jantung pengambilan keputusan.
Penelitian terbaru di sektor publik menunjukkan bahwa transformasi digital gagal bukan karena kurangnya teknologi, melainkan karena lambannya proses evaluasi dan koreksi kebijakan.
Mergel, Ganapati, dan Whitford (2023) menemukan bahwa organisasi publik yang berhasil bertransformasi adalah mereka yang meninggalkan pola pengambilan keputusan linier dan beralih ke pendekatan iterative decision-making, keputusan diambil cepat, dievaluasi singkat, lalu disesuaikan kembali.
Evaluasi dalam kepemimpinan digital berbeda dengan laporan kinerja konvensional yang tebal dan terlambat. Ia bersifat cepat, fokus, dan relevan.
Pertanyaan utamanya bukan “siapa yang salah?”, melainkan “apa yang bisa kita pelajari?”.
Di sinilah data memainkan peran strategis.
Data bukan sekadar angka pelengkap laporan, melainkan kompas pengambilan keputusan.
Pemimpin digital menggunakan data real-time untuk membaca respons publik, efektivitas kebijakan, hingga hambatan implementasi di lapangan.
Keputusan tidak lagi berbasis intuisi semata, tetapi intuisi yang diperkuat oleh bukti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Catatan-Aryanto-Tinambunan-soal-Gambir.jpg)