Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat.

Mengejar Bintang Lima dari KBA Cengkeh Turi Binjai Utara
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
GAPURA Kampung Berseri Astra (KBA) Cengkeh Turi di Jalan Sabit, Lingkungan VI, kelurahan Cengkeh Turi, kecamatan Binjai Utara, Binjai. KBA Cengkeh Turi berdiri sejak tahun 2016. 

Kedatangan Astra dengan program Kampung Berseri Astra (KBA) di kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara sejak tahun 2016 ikut mengubah perkembangan usaha Christin Collection. Astra memilih Christin Collection sebagai mitra binaan Grup Astra Medan dalam program KBA, khusus untuk pilar kewirausahaan. Siti mengatakan, sebagai mitra binaan, Christin Collection mendapatkan berbagai program dukungan mulai dari pelatihan keuangan dan pengembangan usaha, pemasaran produk, hingga mengikuti pameran di luar negeri.

Program pelatihan yang diterima Christin Collection antara lain pelatihan manajemen keuangan (pembukuan) pada Januari 2018 dan pelatihan pemasaran online Juni 2018. Di tahun-tahun awal berdiri, kata Siti, keuangan Christin Colletion memang dikerjakan dengan sederhana saja tanpa menggunakan prinsip-prinsip keuangan yang standar. Tetapi kini, manajemen keuangan sudah dikerjakan dengan lebih baik. Untuk pemasaran produk, Christin Collection pun mendapatkan pelatihan dari Astra tentang bagaimana caranya memanfaatkan dunia digital dalam mengembangkan usaha. “Meskipun belum segencar berjualan offline, tapi kami sudah mulai memasarkan produk kami lewat online,” terang Siti.

Melalui pelatihan pengembangan usaha, kata Siti, Christin Collection mendapatkan pengalaman berharga yakni jangan terpaku dengan produk-produk yang sudah ada saat ini. Oleh Astra, Christin Collection diminta berinovasi melahirkan produk-produk lain selain keranjang Aqua, kotak tisu, tempat permen, toples kue, dan bunga.

SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi mengerjakan kerajinan akrilik.
SUGIYANTI (kanan) dan Rusmida Sianturi mengerjakan kerajinan akrilik. (TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA)

“Kami tertantang dan mengplikasikannya. Kami pelajari kebutuhan masyarakat, apalagi yang dibutuhkan selain produk yang sudah ada. Akhirnya ketemu. Kami membuat kerajinan aksesoris dari bahan kristal seperti kalung, gelang, bros, cincin, dan dompet. Bukan itu saja, produk berbahan akirilik juga kami variasikan dengan menghasilkan perlengkapan pesta suku Batak seperti tandok (tempat beras kecil) dan bahul-bahul (tempat beras besar),” katanya.

Siti mengaku, pihak Astra juga ikut membantu penjualan produk Christin Collection. Tahun 2017, Grup Astra Medan memesan keranjang Aqua, kotak tisu, tempat permen, toples kue dan bunga di 25 kantor perwakilan Astra di Sumatera Utara. “Karyawan-karyawan Astra juga ikut menjadi tim promosi produk-produk Christin Collection. Mereka memperkenalkan produk kami ke rekan-rekan mereka. Cukup banyak pesanan yang kami terima lewat cara ini, yakni pembelinya tahu karena diberitahu karyawan Astra. Pemasaran kamipun tak hanya di Sumatera Utara saja, tetapi sudah menjangkau Palembang dan komunitas-komunitas,” ujar Siti.

Dukungan yang tak kalah hebat yang didapatkan Christin Collection, kata Siti adalah mendukung Christin Collection untuk mengikuti pameran Pesta Pulau Penang di Penang, Malaysia. Tahun 2018, adalah tahun ke-3 Christin Collection mendapat dukungan Astra mengikuti Pesta Pulau Pinang. “Dari Christine Collection kami berangkat dua orang, saya dan seorang pengrajin. Dukungan yang kami terima meliputi tiket pergi pulang, pembayaran kelebihan bagasi, penginapan, dan uang saku. Secara finansial, dukungan dari Astra ini sangat membantu. Karena sudah dibantu Astra, saya bisa fokus ikut pameran dan memasarkan produk selama di Penang,” kata Siti, terharu.

Miliki 21 Karyawan, Pendapatan Naik hingga 50 Persen

HADIR selama sebulan di Penang, membuat produk Christin Collection semakin dikenal warga setempat. Tak hanya dikenal, produknya juga mendapat tempat di hati warga. Beragam pesanan dari Penang senantiasa berdatangan setelah Siti kembali ke Medan. Sadar pesanan semakin banyak, Siti tak sanggup lagi dengan keberadaan delapan pengrajin. Perlahan-perlahan, Sitipun menambah jumlah pengrajinnya.

Hingga pertengahan tahun 2018, Siti sudah mempekerjakan 21 karyawan. Dari 21 karyawan tersebut, 20 diantaranya adalah perempuan yang bertugas sebagai pengrajin, sedangkan seorang lagi adalah laki-laki yang bertugas sebagai sopir yang mengantar produk ke pasar dan pemesan langsung.

“Warga Penang dan Malaysia ternyata suka dengan produk-produk berbahan kristal seperti cincin, kalung, dan dompet. Persediaan yang saya bawa dari Binjai untuk produk ini (cincin, kalung, dan dompet) habis selama di sini. Hal ini menjadi catatan untuk kami, agar membawa persediaan dalam jumlah yang lebih besar lagi tahun depan,” kata Siti, bangga.

Halaman
1234
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved