Opini Online
Ketika Kebijakan Keliru Mendiagnosis
Kesalahan paling umum dalam kebijakan publik adalah menyamakan masalah yang terlihat dengan akar masalah yang sebenarnya.
Saatnya Kembali ke Dasar
Bagi pemerintah daerah di Indonesia, termasuk provinsi-provinsi yang sedang mengejar transformasi ekonomi, pelajaran ini semakin penting. Tantangan pembangunan kini semakin kompleks: urbanisasi cepat, perubahan iklim, disrupsi teknologi, hingga persaingan investasi global.
Dalam situasi seperti ini, kesalahan diagnosis menjadi jauh lebih mahal. Program yang salah sasaran bukan hanya membuang anggaran, tetapi juga mengunci daerah dalam jebakan pembangunan jangka panjang.
Karena itu, sebelum membahas berapa proyek yang akan dibangun tahun depan, pertanyaan yang lebih mendasar seharusnya diajukan terlebih dahulu:
Apakah kita benar-benar memahami masalah yang ingin kita selesaikan?
Jika jawabannya belum pasti, mungkin bukan program baru yang dibutuhkan, melainkan peta masalah yang lebih jujur.
Di atas meja perencanaan, selembar diagram sebab-akibat sederhana kadang lebih berharga daripada seribu halaman proposal proyek. Sebab dalam pembangunan, seperti dalam pengobatan, resep terbaik selalu dimulai dari diagnosis yang tepat.
*) Dosen tidak tetap Unika Santo Thomas, Mantan Kepala Bappeda Dairi dan ASN Pemprovsu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Catatan-Aryanto-Tinambunan-soal-Gambir.jpg)